ADVERTISEMENT

Rusia Ngegas, Lancarkan 200 Serangan dalam 6 Jam ke Kota Ukraina

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 29 Agu 2022 15:17 WIB
Residential houses destroyed by Russian military strike are seen, as Russias attack on Ukraine continues, in the town of Orikhiv, Zaporizhzhia region, Ukraine August 27, 2022. REUTERS/Dmytro Smolienko
Gedung permukiman di kota Orikhiv, Zaporizhia, Ukraina hancur akibat serangan militer Rusia (REUTERS/Dmytro Smolienko)
Kiev -

Otoritas Ukraina mengklaim pasukan Rusia melancarkan lebih dari 200 serangan dalam waktu enam jam terhadap kota Orikhiv yang masuk di wilayah Zaporizhzhia, yang juga menjadi lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) terbesar di Eropa.

Seperti dilansir CNN, Senin (29/8/2022), klaim itu disampaikan oleh Gubernur Zaporizhzhia, Oleksandr Starukh dalam pernyataan via Telegram pada Minggu (28/8) waktu setempat. Starukh mengatakan bahwa kota Orikhiv juga terus digempur selama 14 jam berturut-turut.

"Hari ini, 14 jam serangan terus-menerus dari sistem jet dan artileri barel dilancarkan terhadap Orikhiv," ujar Starukh dalam pernyataan pada Minggu (28/8) waktu setempat.

"Bagian tengah kota paling menderita; pusat kota terbakar," imbuhnya.

Serangan Rusia itu, ujar Starukh, memicu sejumlah korban luka yang terdiri atas dua anak-anak dan ibunda mereka.

Sebelumnya, Starukh melaporkan pasukan Rusia juga menyerang gedung-gedung permukiman di kota utama Zaporizhzhia, yang berjarak dua jam perjalanan dari PLTN di wilayah itu. Laporan serangan berkelanjutan di dekat PLTN Zaporizhzhia itu semakin membuat gelisah warga lokal di tengah kekhawatiran bencana radiasi.

Pada Sabtu (27/8) waktu setempat, seperti dilansir Reuters, Starukh menuturkan kepada televisi Ukraina bahwa warga Zaporizhzhia telah diajari cara menggunakan yodium jika terjadi kebocoran radiasi.

Simak juga '6 Bulan Rusia Invasi Ukraina, PBB: Tak Ada Tanda Akan Mereda':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT