ADVERTISEMENT

Bentrok Bersenjata di Libya Tewaskan 12 Orang, 87 Orang Terluka

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Minggu, 28 Agu 2022 01:16 WIB
Smoke billows as rival Libyan groups exchange fire in the capital Tripoli, on August 27, 2022. - The fighting broke out in various districts of Tripoli between groups armed with both heavy and light weapons, as two rival governments yet again vie for power in the oil-rich but impoverished North African country. The exchange wounded civilians and raised fears of all-out conflict in a country facing a grave political crisis. (Photo by Mahmud TURKIA / AFP)
Kepulan asap terlihat saat bentrok di Libya (Foto: AFP/MAHMUD TURKIA)
Tripoli -

Bentrok bersenjata antara pendukung dua pemerintah yang bersaing di Libya menewaskan 12 orang dan 87 orang terluka. Bentrok ini juga merusak 6 rumah sakit di Ibu Kota Tripoli.

"Angka-angka awal korban pertempuran di Tripoli," demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Libya dalam akun Facebook seperti dilansir AFP, Minggu (28/8/2022).

Tembakan senjata ringan dan ledakan mengguncang beberapa distrik di Tripoli semalam dan hingga Sabtu. Asap terlihat membubung dari gedung-gedung yang rusak.

Enam rumah sakit terkena dan ambulans tidak dapat mencapai daerah yang terkena dampak bentrokan. Kementerian mengutuk dan menyebut itu sebagai 'kejahatan perang'.

Kedua pemerintahan yang bersaing itu saling menyalahkan ketika video yang diposting menunjukkan mobil dan bangunan yang terbakar penuh dengan lubang peluru, serta sebuah masjid yang terbakar.

Sementara itu, misi PBB untuk Libya menyerukan 'penghentian segera permusuhan'. Mereka mengatakan bentrok itu telah merusak rumah sakit.

"Bentrokan bersenjata yang sedang berlangsung termasuk penembakan tanpa pandang bulu menengah dan berat di lingkungan berpenduduk sipil (telah merusak rumah sakit)," kata pernyataan itu.

Kedutaan Besar AS di Libya mengatakan 'sangat prihatin' tentang bentrokan itu.

Aktor di Libya Tewas

Kantor berita Lana mengatakan aktor Mustafa Baraka telah tewas di salah satu lingkungan yang dilanda pertempuran. Hal itu memicu kemarahan dan duka di media sosial.

Pemerintah Persatuan Nasional (GNU) Abdulhamid Dbeibah mengatakan pertempuran pecah setelah negosiasi untuk menghindari pertumpahan darah di kota barat gagal.

Pemerintah Dbeibah, yang ditetapkan sebagai bagian dari proses perdamaian yang dipimpin PBB setelah putaran kekerasan sebelumnya, ditantang oleh pemerintah saingan yang dipimpin oleh mantan menteri dalam negeri Fathi Bashagha.

Simak juga 'Detik-detik Gedung Parlemen di Libya Dibakar Massa':

[Gambas:Video 20detik]



(lir/lir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT