Hakim Spanyol Izinkan Tersangka Penembakan Jalani Eutanasia

ADVERTISEMENT

Hakim Spanyol Izinkan Tersangka Penembakan Jalani Eutanasia

Zunita Putri - detikNews
Rabu, 24 Agu 2022 07:24 WIB
Ilustrasi jenazah
Foto ilustrasi: Thinkstock
Jakarta -

Tersangka penembakan empat orang hingga tewas di Spanyol, Marin Eugen Sabau (46) akan menjalani eutanasia hari ini. Jadwal eutanasia Sabau ini ditetapkan oleh hakim di pengadilan Spanyol.

Dilansir AFP, Rabu (24/8/2022), pengacara Sabau, Gerard Amigo, mengatakan kliennya mendapat izin pengakhiran hidup atau eutanasia sebelum diadili di kasus dugaan percobaan pembunuhan.

"Sesuai dengan eutanasia yang dijadwalkan hari ini, Marin Eugen Sabau meninggal pada pukul 18.30 di rumah sakit," kata Gerard Amigo.

Eutanasia diketahui adalah tindakan mengakhiri hidup seseorang secara sengaja untuk menghilangkan penderitaannya.

Sabau adalah tersangka penembakan. Pada Desember lalu Sabau menembak tiga rekannya dan seorang polisi, dia juga melukai beberapa orang di kota pelabuhan timur laut Tarragona.

Saat polisi hendak menangkapnya, polisi menembak tulang belakang Sabau hingga akhirnya dia lumpuh. Usai ditembak dia dibawa ke rumah sakit penjara di kota timur laut Terrasa, saat itulah dia memohon hak untuk mati.

"Saya lumpuh. Saya memiliki 45 jahitan di tangan saya. Saya tidak bisa menggerakkan lengan kiri saya. Tubuh saya sakit dan saya tidak bisa lagi merasakan dada saya," kata Sabau kepada wartawan saat itu.

Pada Juli lalu, seorang hakim memutuskan bahwa euthanasia adalah 'hak mendasar' untuk mengakhiri hidupnya. Namun, pengacara korban Sabau mengajukan keberatan dan menuntut pengadilan agar mengadili Sabau dan memberi kompensasi ke keluarga korban.

Pengacara korban, Jose Antonio Bitos, mengatakan para korban frustrasi karena hakim mengizinkan euthanasia Sabau.

"Kami tidak menentang eutanasia itu sendiri, tetapi itu terjadi sebelum persidangan," kata Antonio.

Diketahui, Spanyol melegalkan eutanasia pada Juni tahun lalu. Spanyol menjadi negara Eropa keempat yang melakukannya setelah Belanda, Belgia dan Luksemburg. Dari data resmi diketahui eutanasia telah diterapkan di sekitar 180 kasus.

Lihat video 'Anak Gadis 9 Tahun di Liverpool Tewas Ditembak':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/rfs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT