RKUHP: Ancaman Pelaku Eutanasia Turun Jadi 9 Tahun Penjara

ADVERTISEMENT

RKUHP: Ancaman Pelaku Eutanasia Turun Jadi 9 Tahun Penjara

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 16 Jun 2022 16:38 WIB
Ilustrasi Fokus RUU KUHP
Ilustrasi (Andhika Akbaryansyah/detikcom)
Jakarta -

Ancaman pelaku eutanasia tetap dipertahankan di RKUHP. Namun ancamannya turun dari 12 tahun penjara di KUHP menjadi 9 tahun penjara di RKUHP.

Sebagaimana dikutip detikcom, Kamis (16/6/2022), Pasal 344 KUHP menyatakan:

Barangsiapa menghilangkan jiwa orang lain atas permintaan orang itu sendiri yang disebutkannya dengan nyata dan sungguh-sungguh dihukum penjara selama-lamanya dua belas tahun.

Di Rancangan KUHP, pasal itu menjadi Pasal 467, yang berbunyi:

Setiap orang yang merampas nyawa orang lain atas permintaan orang itu sendiri yang jelas dinyatakan dengan kesungguhan hati dipidana dengan
pidana penjara paling lama 9 (sembilan) tahun.

"Ketentuan ini mengatur tindak pidana yang dikenal dengan eutanasia aktif," demikian bunyi penjelasan Pasal 467 itu.

Meskipun eutanasia aktif dilakukan atas permintaan orang yang bersangkutan yang dinyatakan dengan kesungguhan hati, perbuatan tersebut tetap diancam dengan pidana. Hal ini berdasarkan suatu pertimbangan karena perbuatan tersebut dinilai bertentangan dengan moral agama.

"Di samping itu juga untuk mencegah kemungkinan yang tidak dikehendaki, misalnya oleh pelaku tindak pidana justru diciptakan suatu keadaan yang sedemikian rupa sehingga timbul permintaan untuk merampas nyawa dari yang bersangkutan," beber RKUHP.

Ancaman pidana di sini tidak ditujukan terhadap kehidupan seseorang, melainkan ditujukan terhadap penghormatan kehidupan manusia pada umumnya, meskipun dalam kondisi orang tersebut sangat menderita, baik jasmani maupun rohani.

"Jadi motif pelaku tidak relevan untuk dipertimbangkan dalam tindak pidana," urai RKUHP.

Lihat juga video Pemerintah Akomodasi 14 Isu Krusial RKUHP, Segera Diparipurnakan':

[Gambas:Video 20detik]



(asp/mae)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT