Polisi Jerman Selidiki Presiden Palestina Gegara Komentar Holocaust

ADVERTISEMENT

Polisi Jerman Selidiki Presiden Palestina Gegara Komentar Holocaust

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 19 Agu 2022 18:06 WIB
Palestinian President Mahmoud Abbas, left, speaks during a news conference after a meeting with German Chancellor Olaf Scholz, right, at the Chancellery in Berlin, Tuesday, Aug. 16, 2022. German Chancellor Olaf Scholz said on Wednesday, Aug. 17, 2022, that “For us Germans in particular, any relativization of the singularity of the Holocaust is intolerable and unacceptable. I condemn any attempt to deny the crimes of the Holocaust.” ( Wolfgang Kumm/dpa via AP)
Presiden Palestina Mahmoud Abbas saat menggelar konferensi pers bersama Kanseli Jerman Olaf Scholz di Berlin (Wolfgang Kumm/dpa via AP)

Laporan harian terkemuka Jerman, Bild, menyebut Kementerian Luar Negeri Jerman meyakini Abbas memiliki kekebalan diplomatik karena dia berada di Jerman dalam rangka 'kunjungan resmi'.

Namun seorang profesor hukum pidana Michael Kubiciel yang dikutip Bild mengatakan Abbas hanya bisa menikmati kekebalan diplomatik jika dia berada di Jerman sebagai 'perwakilan negara lain'.

Masalahnya, Jerman tidak secara resmi mengakui Palestina sebagai sebuah negara, namun menjaga hubungan diplomatik dengan wilayah Palestina.


(nvc/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT