ADVERTISEMENT

Bos Intelijen Inggris Sebut Putin Kalah Perang Informasi di Ukraina

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 19 Agu 2022 09:48 WIB
Rusia merayakan hari kemenangan atas Nazi Jerman pada 1945. Perayaan yang dimeriahkan dengan parade militer itu juga dihadiri oleh Presiden Rusia Vladimir Putin.
Presiden Rusia Vladimir Putin (dok. Mikhail Metzel, Sputnik, Kremlin Pool Photo via AP)
London -

Intelijen Inggris melaporkan Presiden Rusia Vladimir Putin telah kalah dalam perang informasi di Ukraina. Rusia disebut gagal menguasai dunia maya dalam perang informasi yang juga terjadi selama hampir enam bulan invasi Moskow dilancarkan ke Ukraina.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (19/8/2022), laporan itu disampaikan oleh kepala dinas intelijen Inggris, GCHQ, Jeremy Fleming dalam tulisan opini yang dimuat media The Economist. Disebutkan oleh Fleming bahwa Moskow dan Kiev sama-sama telah menggunakan kemampuan siber mereka dalam perang di Ukraina.

"Sejauh ini, Presiden Putin telah kalah secara menyeluruh dalam perang informasi di Ukraina dan di Barat. Meskipun itu patut dirayakan, kita tidak boleh meremehkan bagaimana disinformasi Rusia terjadi di lokasi lainnya di dunia," sebut Fleming dalam tulisannya.

"Sama seperti invasi daratnya, rencana online awal Rusia tampaknya telah gagal. Penggunaan alat siber ofensif milik negara itu tidak bertanggung jawab dan tidak pandang bulu," imbuhnya.

Dalam tulisannya, Fleming menyebut Rusia menyebarkan malware WhisperGate untuk menghancurkan dan merusak sistem pemerintahan Ukraina.

Dia juga mengatakan bahwa Rusia menggunakan pedoman yang sama sebelumnya di Suriah dan Balkan. Fleming menyebut disinformasi online merupakan bagian utama dari strategi Rusia.

Namun, lanjut Fleming, GCHQ mampu menyadap dan memberikan peringatan tepat pada waktunya.

Tanpa menjelaskan terlalu spesifik, Fleming menyatakan bawa Pasukan Siber Nasional Inggris bisa merespons Rusia dengan mengerahkan unit militer Inggris yang menggunakan alat siber ofensif.

Lihat juga video 'Cegah Tragedi Chernobyl Terulang, Erdogan Pilih Bantu Ukraina':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT