ADVERTISEMENT

PLTN Zaporizhzhia Dikuasai Rusia, Ukraina Gelar Simulasi Bencana Nuklir

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 18 Agu 2022 15:39 WIB
A serviceman with a Russian flag on his uniform stands guard near the Zaporizhzhia Nuclear Power Plant in the course of Ukraine-Russia conflict outside the Russian-controlled city of Enerhodar in the Zaporizhzhia region, Ukraine August 4, 2022. REUTERS/Alexander Ermochenko/File Photo
Personel militer dengan bendera Rusia terpasang di seragamnya berjaga di dekat PLTN Zaporizhzhia di Ukraina yang dikuasai pasukan Moskow (REUTERS/Alexander Ermochenko/File Photo)
Kiev -

Ukraina menggelar simulasi bencana nuklir yang diikuti para pekerja darurat di wilayah Zaporizhzhia, yang menjadi lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia yang kini diduduki pasukan Rusia. Otoritas Kiev menyatakan pihaknya harus 'bersiap untuk semua skenario' terkait situasi di PLTN itu.

Seperti dilansir AFP, Kamis (18/8/2022), Kiev dan Moskow terus saling tuding terkait gempuran yang menghantam area-area dekat PLTN Zaporizhzhia, yang merupakan pembangkit listrik tenaga nuklir terbesar di kawasan Eropa. PLTN Zaporizhzhia dikuasai pasukan Rusia sejak Maret lalu.

Ketegangan di sekitar fasilitas nuklir itu memicu kekhawatiran terjadinya bencana nuklir lainnya di Eropa, seperti yang terjadi di Chernobyl, yang juga ada di Ukraina, saat era Uni Soviet tahun 1986 silam.

"Tidak ada yang bisa memprediksi bahwa tentara Rusia akan menembaki reaktor nuklir dengan tank-tank. Itu luar biasa," ucap Menteri Dalam Negeri Ukraina, Denys Monastyrsky, saat berbicara di bagian wilayah kota Zaporizhzhia yang dikuasai Ukraina, yang berjarak 50 kilometer dari PLTN itu.

Usai mengawasi simulasi bencana nuklir pada Rabu (17/8) waktu setempat, Monastyrsky mengatakan Ukraina harus bersiap karena 'selama pembangkit nuklir Zaporizhzhia dikuasai Rusia, ada risiko-risiko yang besar'.

Puluhan pekerja darurat Ukraina mengenakan masker gas dan pakaian hazmat saat berpartisipasi dalam simulasi, di mana mereka berlatih mengevakuasi korban luka dan membersihkan kendaraan yang terkontaminasi.

Kepala badan nuklir Ukraina, Energoatom, Petro Kotin menyebut ada sekitar 500 tentara Rusia dan 50 unit kendaraan lapis baja yang PLTN Zaporizhzhia saat ini. Namun Rusia menyatakan pihaknya tidak mengerahkan senjata berat maupun tentara, melainkan hanya unit-unit penjaga di PLTN itu.

Ukraina sebelumnya menuduh Rusia menembaki kompleks PLTN itu agar bisa menuding Ukraina yang melakukannya. Sementara Rusia memang telah menuduh Kiev yang menembaki fasilitas nuklir itu. Aksi saling tuding dan klaim Ukraina maupun Rusia sulit untuk diverifikasi secara independen.

(nvc/idh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT