ADVERTISEMENT

Zelensky: Malapetaka di PLTN Ukraina Ancam Seluruh Eropa

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 16 Agu 2022 10:48 WIB
Ukraines President Volodymyr Zelenskiy attends a joint news conference with Lithuanian President Gitanas Nauseda, as Russias attack on Ukraine continues, in Kyiv, Ukraine July 28, 2022. Ukrainian Presidential Press Service/Handout via REUTERS
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (Ukrainian Presidential Press Service/Handout via REUTERS)
Kiev -

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan peringatan terbaru bahwa 'malapetaka' yang terjadi di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia akan mengancam seluruh Eropa. Peringatan itu disampaikan setelah gempuran terbaru melanda area dekat PLTN terbesar di Eropa itu.

"Di balik pembangkit itu, para penjajah menggempur kota-kota dan komunitas terdekat," sebut Zelensky dalam pernyataan terbaru pada Senin (15/8) malam dan dilansir AFP, Selasa (16/8/2022).

"Setiap insiden radiasi di NPP (PLTN-red) Zaporizhzhia bisa mempengaruhi negara-negara Uni Eropa, Turki, Georgia dan negara-negara dari kawasan yang lebih jauh. Semuanya hanya bergantung pada arah dan kecepatan angin," ucapnya.

"Jika tindakan Rusia menyebabkan malapetaka, konsekuensinya juga bisa menimpa mereka yang tetap bungkam sejauh ini," ujar Zelensky dengan nada memperingatkan.

Lebih lanjut, Zelensky menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengadopsi 'sanksi keras yang baru terhadap Rusia' dan untuk tidak tunduk pada 'pemerasan nuklir'.

"Semua pasukan Rusia harus segera ditarik mundur dari pembangkit dan area-area sekitarnya tanpa syarat apapun," cetus Zelensky.

PLTN Zaporizhzhia dikuasai oleh pasukan Rusia sejak awal Maret, tidak jauh setelah Moskow melancarkan invasi ke Ukraina. Sejak akhir Juli, PLTN itu menjadi target sejumlah serangan militer, dengan Kiev dan Moskow saling tuding soal dalang di balik serangan itu.

Pertempuran di PLTN Zaporizhzhia menjadi fokus pembahasan rapat darurat yang digelar Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada Kamis (11/8) pekan lalu. Ukraina menuduh Rusia menggunakan PLTN itu sebagai pangkalan untuk serangan-serangannya dan untuk menyimpan persenjataan.

Lihat juga video 'Tiga Orang Tewas Kena Ranjau di Laut Hitam Ukraina':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/idh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT