ADVERTISEMENT

Ledakan Guncang Depot Amunisi Rusia di Crimea!

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 16 Agu 2022 14:26 WIB
FILE - A convoy of Russian armored vehicles moves along a highway in Crimea, Tuesday, Jan. 18, 2022. With tens of thousands of Russian troops positioned near Ukraine, the Kremlin has kept the U.S. and its allies guessing about its next moves in the worst Russia-West security crisis since the Cold War. (AP Photo, File)
Ilustrasi -- Konvoi kendaraan lapis baja Rusia di Crimea, yang dicaplok dari Ukraina tahun 2014 lalu (AP Photo, File)
Crimea -

Rusia melaporkan ledakan mengguncang sebuah depot amunisi di wilayah Crimea bagian utara. Ledakan ini disebut Moskow disebabkan oleh kebakaran yang melanda depot persenjataannya itu pada Selasa (16/8) pagi waktu setempat.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Selasa (16/8/2022), Kementerian Pertahanan Rusia dalam pernyataannya menyebut kebakaran pertama muncul pukul 06.15 waktu setempat di sebuah lokasi penyimpanan militer di dekat desa Mayskoye, distrik Dzhankoi.

Kebakaran itu kemudian membuat amunisi yang disimpan di depot itu meledak. Tidak disebutkan lebih lanjut ada berapa ledakan yang mengguncang.

Disebutkan Kementerian Pertahanan Rusia bahwa tidak ada korban 'serius' akibat ledakan di depot amunisi tersebut.

Crimea yang dicaplok Rusia dari Ukraina sejak tahun 2014 lalu, telah menjadi pos utama bagi operasi militer Rusia yang diluncurkan ke Ukraina pada 24 Februari lalu.

Pekan lalu, rentetan ledakan juga dilaporkan mengguncang pangkalan udara Rusia di Novofedorivka, Crimea bagian barat. Menurut citra satelit, ledakan itu tampaknya memicu kerusakan besar dan menghancurkan sejumlah pesawat tempur Rusia. Namun Rusia menyebutnya sebagai insiden, bukan serangan.

Ukraina sendiri tidak pernah secara resmi mengakui, namun juga tidak membantah bertanggung jawab atas ledakan-ledakan yang mengguncang Crimea beberapa waktu terakhir.

"Sebuah pengingat: Crimea di negara normal adalah soal Laut Hitam, pegunungan, rekreasi dan pariwisata, tapi Crimea yang diduduki oleh Rusia adalah soal ledakan gudang-gudang dan risiko tinggi kematian bagi para penjajah dan pencuri," sebut penasihat kepresidenan Ukraina, Mykhailo Podolyak, via Twitter mengomentari laporan ledakan terbaru di Crimea.

Pada hari yang sama, kantor berita RIA melaporkan sebuah kebakaran melanda sebuah gardu transformator di dekat kota Dzhankoi, Crimea, yang berjarak 20 kilometer dari lokasi ledakan.

Tonton juga Video: Jokowi: Kepercayaan Internasional Meningkat, RI Jembatani Rusia-Ukraina

[Gambas:Video 20detik]




(nvc/idh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT