ADVERTISEMENT

Menhan Rusia dan Sekjen PBB Bahas Keamanan PLTN Ukraina

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Selasa, 16 Agu 2022 04:17 WIB
A serviceman with a Russian flag on his uniform stands guard near the Zaporizhzhia Nuclear Power Plant in the course of Ukraine-Russia conflict outside the Russian-controlled city of Enerhodar in the Zaporizhzhia region, Ukraine August 4, 2022. REUTERS/Alexander Ermochenko/File Photo
PLTN Zaporizhzhia. (REUTERS/Alexander Ermochenko/File Photo)
Jakarta -

Menteri Pertahanan (Menhan) Rusia Sergei Shoigu dan Sekjen PBB Antonio Guterres membahas situasi keamanan di pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Zaporizhzhia di Ukraina. PLTN tersebut saat ini berada di bawah kendali Moskow dan telah menjadi sasaran pertempuran.

"Sergei Shoigu melakukan negosiasi telepon dengan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengenai kondisi operasi yang aman dari pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia," kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan seperti dilansir AFP, Selasa (16/8/2022).

Fasilitas nuklir terbesar di Eropa itu dikuasai oleh pasukan Rusia pada awal Maret, tidak lama setelah Moskow melancarkan serangan militernya di Ukraina.

Sejak akhir Juli, Zaporizhzhia telah menjadi sasaran sejumlah serangan militer, dengan Moskow dan Kyiv saling menuduh berada di balik penembakan itu.

Pertempuran di wilayah itu telah memicu kekhawatiran akan kemungkinan bencana nuklir dan menjadi topik pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB pada pekan lalu.

Ukraina menuduh Rusia menggunakan pembangkit itu sebagai pangkalan untuk kemungkinan serangan dan untuk menyimpan senjata.

Ukraina yang didukung oleh sekutu Barat, telah menyerukan agar daerah itu didemiliterisasi dan agar Moskow menarik pasukannya di sana.

Kementerian pertahanan mengatakan bahwa Shoigu dan Guterres juga membahas serangan di penjara Olenivka yang dikendalikan Kremlin di Ukraina timur pada akhir Juli, yang menewaskan puluhan tahanan Ukraina.

Ukraina menuduh Rusia melakukan pembunuhan massal, tetapi Rusia menyangkal tuduhan tersebut dan mengatakan bahwa Ukraina berada di balik serangan tersebut.

Simak video 'Negara Barat Kembali Menjanjikan Rp 22,7 T Peralatan Perang untuk Ukraina':

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/rfs)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT