ADVERTISEMENT

Pentagon: Senjata AS Tak Dipakai Ukraina Serang Pangkalan Rusia!

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 13 Agu 2022 12:28 WIB
People rest on a beach as smoke and flames rise after explosions at a Russian military airbase, in Novofedorivka, Crimea August 9, 2022. REUTERS/Stringer     TPX IMAGES OF THE DAY
Asap menjulang ke angkasa saat pangkalan udara Rusia di Crimea diguncang ledakan (dok. REUTERS/STRINGER)
Washington DC -

Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) atau Pentagon menegaskan bahwa persenjataan yang dipasok AS untuk Ukraina tidak digunakan untuk menyerang pangkalan udara Rusia di Crimea. Pentagon mengaku tidak tahu penyebab ledakan yang mengguncang pangkalan udara Rusia beberapa hari lalu.

Seperti dilansir AFP, Sabtu (13/8/2022), pasukan Ukraina diyakini ada di balik rentetan ledakan yang mengguncang Pangkalan Udara Saki di Crimea yang dicaplok Rusia dari Ukraina tahun 2014. Ledakan pada Selasa (9/8) itu dilaporkan memicu kerusakan dan menghancurkan 8-9 jet tempur, juga pasokan amunisi.

Tidak ada yang secara resmi mengklaim bertanggung jawab atas ledakan itu dan penyebab pastinya masih belum jelas hingga Jumat (12/8) waktu setempat. Rusia menyebut ledakan itu merupakan kecelakaan, namun para analis menyatakan citra satelit dan video di lapangan menunjukkan ledakan itu sebagai serangan.

AS diketahui telah memasok sejumlah besar persenjataan dan amunisi kepada militer Ukraina. Namun ditegaskan oleh AS bahwa tidak ada hal yang memungkinkan Ukraina untuk menyerang dari wilayah yang dikuasai Kiev ke area-area yang diduduki Rusia.

"Kami belum memberikan apapun yang memungkinkan atau akan memampukan mereka untuk menyerang Crimea," tegas seorang pejabat senior pertahanan AS, yang enggan disebut namanya, kepada wartawan.

Pejabat senior AS itu secara khusus mengatakan bahwa serangan itu tidak mungkin dilancarkan dengan rudal taktis jarak menengah jenis precision-guided buatan AS, atau yang disebut ATACMS. Kiev diketahui meminta AS memasok ATACMS yang bisa diluncurkan dengan sistem rudal canggih HIMARS yang dipasok AS dan sudah ada di wilayah Ukraina.

"Itu bukan ATACMS, karena kami tidak memberikan mereka ATACMS," tegas pejabat senior pertahanan AS itu.

Lihat juga Video: Negara Barat Kembali Menjanjikan Rp 22,7 T Peralatan Perang untuk Ukraina

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT