ADVERTISEMENT

Dokumen Senjata Nuklir Dicari-cari FBI di Rumah Trump

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 12 Agu 2022 23:34 WIB
This is an aerial view of President Donald Trumps Mar-a-Lago estate, Tuesday, Aug. 10, 2022, in Palm Beach, Fla. The FBI searched Trumps Mar-a-Lago estate as part of an investigation into whether he took classified records from the White House to his Florida residence, people familiar with the matter said Monday. (AP Photo/Steve Helber)
Foto: AP/Steve Helber
Jakarta -

FBI mencari dokumen-dokumen yang berkaitan dengan senjata nuklir di rumah mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. FBI pun mengepung dan menggeledah resort mewah Trump.

Dilansir Reuters dan AFP, resort mewah Trump Mar-a-Lago di Florida itu digeledah pada Selasa (9/8). Resort Trump itu dikepung oleh FBI, brankasnya juga dibobol.

Trump Sebut Pelanggaran

Trump menyebut menuduh penggeledahan FBI itu sebagai pelanggaran. Protesnya itu disampaikan di Twitter pribadinya.

"Ini adalah masa-masa kelam bagi negara kita, karena rumah saya yang indah, Mar-a-Lago di Palm Beach, Florida, saat ini dikepung, digerebek, dan diduduki oleh sejumlah besar agen FBI," tulis Trump dalam pernyataan via media sosialnya, Truth Social, pada Senin (8/8) waktu setempat.

"Setelah bekerja dan bekerja sama dengan instansi pemerintah terkait, penggerebekan mendadak di rumah saya ini tidak perlu atau tidak pantas," sebut Trump dalam pernyataannya.

"Mereka bahkan membobol brankas saya!" imbuhnya.

Saat FBI menggeledah resort Trump, Trump tidak sedang berada di Mar-a-Lago. Laporan Fox News menyebut Trump sedang berada di New York pada Senin (8/8) waktu setempat, dengan sebuah foto menunjukkan Trump meninggalkan Trump Tower yang ada di New York.

"Ini merupakan pelanggaran penuntutan, persenjataan Sistem Kehakiman, dan serangan oleh Radikal Kiri Demokrat yang sangat tidak ingin saya mencalonkan diri sebagai Presiden tahun 2024," tulis Trump dalam komentarnya.

"Serangan semacam itu hanya bisa terjadi di negara-negara Dunia Ketiga yang rusak. Menyedihkan, Amerika sekarang telah menjadi salah satu dari negara-negara itu," imbuhnya.

Dokumen Nuklir Dicari FBI

Pada Jumat (12/8) hari ini, diketahui ternyata FBI menggeledah resort mewah Trump karena mencari dokumen-dokumen yang berkaitan dengan senjata nuklir.

Dilansir Reuters, hal tersebut diungkapkan oleh media terkemuka The Washington Post dalam laporannya yang dirilis Kamis (11/8) waktu setempat.

Namun laporan The Washington Post menyatakan tidak diketahui secara jelas apakah dokumen-dokumen nuklir itu ditemukan dalam penggeledahan resort mewah Mar-a-Lago di Palm Beach, Florida, yang menjadi kediaman Trump. Reuters tidak bisa memverifikasi secara independen laporan itu.

Otoritas AS belum memberikan pernyataan resmi terkait penggeledahan kediaman Trump itu. Tapi Departemen Kehakiman AS meminta seorang hakim pada Kamis (11/8) waktu setempat untuk mengungkapkan ke publik surat perintah yang mengizinkan penggeledahan FBI di Mar-a-Lago, setelah Trump menggambarkan penggeledahan itu sebagai balas dendam politik.

Permintaan itu berarti publik bisa segera mengetahui lebih banyak soal apa yang dicari para penyidik dalam penggeledahan terhadap kediaman mantan Presiden AS, yang belum pernah terjadi sebelumnya di negara itu.

Langkah itu diketahui menjadi bagian dari penyelidikan apakah Trump secara ilegal memindahkan dokumen-dokumen dari Gedung Putih saat dia mengakhiri jabatannya pada Januari 2021. Departemen Kehakiman AS meyakini beberapa dokumen yang dibawa ke Mar-a-Lago itu bersifat rahasia.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT