ADVERTISEMENT

PBB Kecam Pembunuhan Tak Masuk Akal terhadap Anak-anak Palestina

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 12 Agu 2022 17:27 WIB
A Palestinian man sits in a street near the scene where senior commander of Islamic Jihad militant group Khaled Mansour was killed in Israeli strikes, in Rafah in the southern Gaza Strip, August 7, 2022. REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa
Kondisi di Rafah, Jalur Gaza, yang digempur militer Israel awal bulan ini (dok. REUTERS/IBRAHEEM ABU MUSTAFA)
Jenewa -

Komisioner Tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) pada Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), Michelle Bachelet, mengecam pembunuhan anak-anak Palestina dalam konflik terbaru yang pecah di Gaza bulan ini. Bachelet menuntut pihak-pihak yang bertanggung jawab untuk diadili.

Seperti dilansir AFP, Jumat (12/8/2022), konflik intens selama tiga hari yang terjadi pekan lalu antara Israel dan militan Jihad Islam mengguncang wilayah Jalur Gaza yang padat penduduk.

"Memicu cedera pada anak-anak selama konflik sangat mengganggu. Membunuh dan melukai begitu banyak anak-anak sepanjang tahun ini sungguh tidak masuk akal," ucap Bachelet dalam pernyataannya.

Dalam konflik antara 5-7 Agustus lalu, serangan udara dan artileri Israel banyak menargetkan posisi militan Jihad Islam yang didukung Iran.

Kantor Komisioner Tinggi HAM PBB menyebut sedikitnya 19 anak Palestina tewas di wilayah Palestina dalam konflik baru-baru ini. Dengan tambahan itu, maka total 37 anak-anak Palestina tewas sepanjang tahun ini.

Korban anak terbaru diidentifikasi sebagai Liyan al-Shaer yang berusia 10 tahun. Bocah itu meninggal di sebuah rumah sakit di Yerusalem pada Kamis (11/8) waktu setempat, setelah mengalami cedera kepala akibat kekerasan terbaru di Jalur Gaza.

Sebanyak 17 anak-anak dilaporkan tewas dalam pertempuran di Gaza mulai 5-7 Agustus, sedangkan dua anak lainnya tewas dalam operasi tentara Israel di Tepi Barat pada Selasa (9/8) waktu setempat.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT