China-Korsel Cekcok Soal Sistem Pertahanan Rudal AS

ADVERTISEMENT

China-Korsel Cekcok Soal Sistem Pertahanan Rudal AS

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 12 Agu 2022 16:30 WIB
A Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) interceptor is seen in Seongju, South Korea, June 13, 2017. Picture taken on June 13, 2017. REUTERS/Kim Hong-Ji
Sistem pencegat rudal THAAD yang dipasang di Seongju, Korsel (REUTERS/Kim Hong-Ji)

Namun pada Rabu (10/8) waktu setempat, juru bicara Wang Yi menyebut bahwa pengerahan THAAD di Korsel 'merusak kepentingan keamanan strategis China'.

Kemudian Kementerian Luar Negeri Korsel dalam pernyataannya menyebut Park telah memberitahu Wang Yi bahwa Seoul tidak akan mematuhi perjanjian tahun 2017, yang disebut 'Three Nos', karena itu bukanlah perjanjian resmi.

Tapi China kembali bersikeras agar Korsel mematuhi 'satu batasan' -- membatasi penggunaan baterai THAAD, yang tidak diakui oleh Seoul.

Dalam tanggapannya, Menteri Pertahanan Korsel Lee Jong-Sup bahwa kebijakan soal THAAD tidak akan berubah karena China menentangnya. Lee juga menegaskan bahwa radar sistem itu tidak bisa digunakan terhadap China.

"Baterai saat ini tidak terstruktur untuk memainkan peran apapun dalam pertahanan AS, namun ditempatkan di lokasi yang hanya bisa mempertahankan Semenanjung Korea," tegasnya.

Dalam penegasan terpisah, AS menyatakan bahwa THAAD menjadi 'kemampuan pertahanan diri yang bijaksana dan terbatas' untuk Korsel dan menjadi 'tindakan defensif murni' terhadap ancaman rudal Korut.

"Kritik atau tekanan pada RoK (nama resmi Korsel) untuk meninggalkan pertahanan dirinya jelas tidak pantas," ucap wakil juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Vedant Patel, kepada wartawan.


(nvc/idh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT