ADVERTISEMENT

China-Korsel Cekcok Soal Sistem Pertahanan Rudal AS

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 12 Agu 2022 16:30 WIB
A Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) interceptor is seen in Seongju, South Korea, June 13, 2017. Picture taken on June 13, 2017. REUTERS/Kim Hong-Ji
Sistem pencegat rudal THAAD yang dipasang di Seongju, Korsel (REUTERS/Kim Hong-Ji)
Beijing -

China dan Korea Selatan (Korsel) terlibat perselisihan soal sistem pertahanan rudal Amerika Serikat (AS) yang dipasang di Seoul. Perselisihan ini merusak upaya pemerintahan baru Korsel untuk mengatasi perbedaan keamanan yang terjadi sejak lama.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (12/8/2022), perbedaan pendapat soal sistem Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) yang dipasang di wilayah Korsel ini mencuat setelah kunjungan pertama Menteri Luar Negeri (Menlu) Korsel ke China yang berjalan mulus pekan ini.

China, yang berpendapat bahwa radar kuat THAAD bisa membuat Korsel mengintip ke wilayah udaranya, telah membatasi perdagangan dan impor budaya setelah Seoul mengumumkan pengerahan THAAD tahun 2016 lalu. Langkah itu memberikan pukulan besar bagi hubungan kedua negara.

Seorang pejabat senior pada kantor kepresidenan Korsel, yang enggan disebut namanya, menuturkan kepada wartawan bahwa sistem THAAD merupakan alat pertahanan diri dan tidak akan pernah bisa dinegosiasikan, setelah Beijing menuntut Seoul untuk tidak mengerahkan lebih banyak baterai THAAD dan membatasi penggunaan baterai yang sudah ada.

Presiden Korsel Yoon Suk-yeol yang memandang sistem THAAD sebagai kunci untuk melawan rudal Korut, telah bersumpah untuk mengabaikan janji pemerintah sebelumnya untuk tidak meningkatkan pengerahan THAAD dan tidak berpartisipasi dalam perisai rudal global yang dipimpin AS atau menciptakan aliansi militer trilateral yang melibatkan Jepang.

Dalam kampanyenya, Yoon berjanji untuk memberi lebih banyak baterai THHAD. Namun sejak dia menjabat pada Mei lalu, pemerintahan Korsel di bawah Yoon fokus pada apa yang disebut 'normalisasi' operasional sistem THAAD yang dimiliki dan dioperasikan AS.

Saat bertemu pada Selasa (9/8) waktu setempat, Menlu Korsel Park Jin dan Menlu China Wang Yi membahas cara-cara untuk membuka kembali perundingan denuklirisasi dengan Korut dan melanjutkan ekspor budaya, seperti musik K-pop dan film, ke China.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT