ADVERTISEMENT

Bangganya Kim Jong-Un Deklarasi Menang Lawan Corona

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 11 Agu 2022 20:08 WIB
In this photo provided by the North Korean government, North Korean leader Kim Jong Un, third right, shakes hands with war veterans during a ceremony to mark the 69th anniversary of the signing of the ceasefire armistice that ends the fighting in the Korean War, in Pyongyang, North Korea Wednesday, July 27, 2022. Independent journalists were not given access to cover the event depicted in this image distributed by the North Korean government. The content of this image is as provided and cannot be independently verified. Korean language watermark on image as provided by source reads:
Kim Jong-Un (Foto: Korean Central News Agency/Korea News Service via AP)
Pyongyang -

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-Un bangga dengan capaian negaranya dalam penanganan Corona atau COVID-19. Kim Jong-Un menyatakan Korut menang melawan Corona.

Dilansir dari BBC, Kamis (11/8/2022), Kim Jong-Un sebenarnya sempat mengalami demam saat pandemi terjadi di Korut. Hal itu diungkap adik Kim Jong-un, Kim Yo-jong, yang dalam kesempatan itu menyalahkan Korea Selatan atas penyebaran COVID-19 di Korea Utara.

Kim Yo-jong mengatakan Korea Selatan telah mengirimkan selebaran terkontaminasi dengan virus Corona di perbatasan. Sebagai informasi, Korea Selatan telah membantah tudingan tersebut.

Pernyataan Kim Yo-jong ini disampaikan saat Kim Jong-un menyatakan kemenangan Korea Utara atas pertarungan melawan COVID-19. Korea Utara sebelumnya melaporkan COVID-19 pertama di negaranya pada Mei 2022 dan telah melaporkan infeksi demam dan kematian sejak itu.

Namun, banyak pihak meragukan data tersebut. Terutama, soal jumlah kematian yang rendah.

Kim Yo-jong yang merupakan pejabat senior Korut, menuding Korea Selatan menyebarkan virus Corona ke negaranya dengan cara mengirimkan selebaran anti-Pyongyang di perbatasan. Aktivis Korea Selatan memang menggunakan cara ini selama dekade, menggunakan balon untuk menerbangkan selebaran ke Korea Utara, meskipun cara ini sudah dilarang pada akhir tahun lalu.

Merujuk pada kantor berita Korea Utara, KCNA, Kim Yo-jong menyebut pengiriman selebaran itu merupakan kejahatan kemanusiaan dan menyatakan 'bahayanya menyebarkan virus menular melalui objek yang terkontaminasi'. Dia juga mengingatkan Korea Utara mempertimbangkan tindakan balasan yang kuat.

Kim Yo-jong kemudian berbicara mengenai kesehatan kakaknya. Dia mengatakan Kim Jong-un sempat sakit serius dengan demam tinggi.

"Meskipun dia sempat sakit serius dengan demam tinggi, dia tidak bisa berbaring sejenak karena memikirkan orang-orang yang harus dia jaga sampai akhir perang anti-epidemi," kata Kim Yo-jong. Korea Utara menggunakan istilah 'demam' ketimbang COVID-19 karena kurangnya peralatan pengujian.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT