ADVERTISEMENT

Adik Ungkap Kim Jong-un Sempat Demam Tinggi Selama Pandemi

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 11 Agu 2022 11:23 WIB
Kim Jong Un Tampil Perdana Memakai Masker
Foto: Kim Jong-un (Reuters)
Seoul -

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un sempat demam selama pandemi Covid-19. Hal itu diungkap adik Kim Jong-un, Kim Yo-jong, yang dalam kesempatan itu menyalahkan Korea Selatan atas penyebaran Covid-19 di Korea Utara.

Dilansir dari BBC, Kamis (11/8/2022), Kim Yo-jong mengatakan bahwa Korea Selatan telah mengirimkan selebaran yang telah terkontaminasi dengan virus Corona di perbatasan. Sebagai informasi, Korea Selatan telah membantah tudingan tersebut.

Pernyataan Kim Yo-jong ini disampaikan saat Kim Jong-un menyatakan kemenangan Korea Utara atas pertarungan melawan Covid-19. Korea Utara sebelumnya melaporkan kasus Covid-19 pertama di negaranya pada Mei 2022 dan telah melaporkan infeksi demam dan kematian sejak itu. Namun, banyak pihak meragukan data tersebut, terutama jumlah kematian yang rendah.

Dalam pidatonya, Kim Yo-jong yang merupakan pejabat senior yang kuat, menuding Korea Selatan menyebarkan virus Corona ke negaranya dengan cara mengirimkan selebaran anti-Pyongyang di perbatasan. Aktivis Korea Selatan memang menggunakan cara ini selama dekade, menggunakan balon untuk menerbangkan selebaran ke Utara, meskipun cara ini sudah dilarang pada akhir tahun lalu.

Merujuk pada kantor berita Korea Utara, KCNA, Kim Yo-jong menyebut pengiriman selebaran itu merupakan kejahatan kemanusiaan dan menyatakan 'bahayanya menyebarkan virus menular melalui objek yang terkontaminasi'. Dia juga mengingatkan bahwa Korea Utara mempertimbangkan tindakan balasan yang kuat.

Kim Yo-jong kemudian juga berbicara mengenai kesehatan kakaknya. Dia mengatakan bahwa Kim Jong-un sempat sakit serius dengan demam tinggi.

"Meskipun dia sempat sakit serius dengan demam tinggi, dia tidak bisa berbaring sejenak karena memikirkan orang-orang yang harus dia jaga sampai akhir perang anti-epidemi," kata Kim Yo-jong.

Korea Utara menggunakan istilah 'demam' ketimbang Covid-19 karena kurangnya peralatan pengujian.

Kim Jong-un Nyatakan Menang Lawan Pandemi

Sementara itu, Kim Jong-un telah mendeklarasikan "kemenangan yang cemerlang" atas virus Corona dan memuji "kegigihan yang tak tergoyahkan" dari Korea Utara. Pemimpin Korea Utara itu juga telah memerintahkan pembatasan untuk dicabut dan menyebut "keajaiban" lantaran hanya 74 kematian akibat virus.

Korea Utara tidak melaporkan kasus baru sejak 29 Juli. Namun pengamat internasional menyebut Korea Utara memiliki alat pengetesan Covid-19 yang terbatas.

KCNA mengklaim ada 4,8 juta infeksi sejak akhir April, namun hanya ada 74 kematian, yang berarti memiliki fatality rate terendah di dunia.

Banyak pakar menilai statistik tersebut sulit dipercaya. Mereka mengatakan bahwa Korea Utara merupakan salah satu negara yang memiliki sistem kesehatan terburuk dengan hanya memiliki sejumlah intensive care units (ICU) dan bahkan tidak memiliki obat atau vaksin Covid-19.

Simak Video 'Ajaib! Korea Utara Nyatakan Terbebas dari Pandemi Covid-19':

[Gambas:Video 20detik]




(mae/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT