ADVERTISEMENT

Masih Panas! Taiwan Kini Gelar Latihan Militer di Selat Taiwan

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 11 Agu 2022 13:15 WIB
Beijing -

Pasukan militer Taiwan menggelar latihan tembak-menembak lagi hari ini di Selat Taiwan. Latihan itu dilakukan usai China mengulang ancamannya untuk mengendalikan Taiwan.

Dilansir dari AFP, Kamis (11/8/2022), Lou Woei-jye, juru bicara Korps Angkatan Darat Kedelapan Taiwan, mengatakan bahwa pasukannya menembakkan howitzer dan suar sebagai bagian dari latihan pertahanan pada pagi ini.

Latihan di daerah paling selatan Taiwan, Pingtung, dimulai pada 08.30 waktu setempat dan berlangsung sekitar satu jam. Dalam siaran langsung yang ditunjukkan, terlihat senjata artileri yang disembunyikan di pinggir pantai ditempatkan secara sejajar. Tampak pula tentara bersenjata Taiwan menembakkan howitzer ke arah laut satu demi satu.

Lou menegaskan bahwa latihan itu sudah terjadwal sebelumnya. Dia menepis bila latihan dilakukan untuk menanggapi latihan perang yang dilakukan China.

"Kami memiliki dua tujuan untuk latihan tersebut, yang pertama adalah untuk mengesahkan kondisi artileri yang tepat dan kondisi perawatannya dan yang kedua adalah untuk mengkonfirmasi hasil dari latihan tahun lalu," kata Lou, mengacu pada latihan tahunan.

Latihan serupa juga diadakan Taiwan pada Selasa (9/8) lalu di Pingtung. Sama seperti hari ini, latihan militer itu melibatkan ratusan tentara.

China Bersiap Perang

Latihan militer itu digelar usai China mengindikasikan bahwa latihan militernya akan segera berakhir. China mengklaim pasukannya berhasil menyelesaikan berbagai tugas di Selat Taiwan, sembari menegaskan akan tetap berpatroli di perairan tersebut.

Dalam pernyataan yang sama, China juga mengungkapkan bahwa bakal terus melangsungkan latihan militer dan bersiap perang.

Dalam white paper atau buku putih yang diterbitkan pada Rabu (10/8), Kantor Urusan Taiwan China mengatakan Beijing tidak akan meninggalkan penggunaan kekuatan terhadap tetangganya dan mencadangkan opsi untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan.

"Kami siap untuk menciptakan ruang yang luas untuk reunifikasi damai, tetapi kami tidak akan membuka ruang untuk kegiatan separatis dalam bentuk apa pun," katanya di surat kabar itu.

China terakhir menerbitkan buku putih tentang Taiwan pada tahun 2000.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT