ADVERTISEMENT

Trump Bungkam Saat 6 Jam Diperiksa Jaksa Agung Terkait Dugaan Penipuan

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Kamis, 11 Agu 2022 12:24 WIB
Washington DC -

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak menjawab pertanyaan saat diinterogasi oleh Jaksa Agung New York soal dugaan penipuan yang dilakukan bisnis keluarganya. Trump beralasan hal itu merupakan hak konstitusionalnya.

Dilansir dari AFP, Kamis (11/8/2022), Trump mengatakan dia tidak punya pilihan selain menggunakan Amandemen Kelima saat diinterogasi selama berjam-jam di kantor jaksa agung New York di Manhattan. Amandemen itu memungkinkan setiap individu untuk tetap diam di bawah interogasi.

"Saya menolak untuk menjawab pertanyaan di bawah hak dan hak istimewa yang diberikan kepada setiap warga negara di bawah Konstitusi Amerika Serikat," kata Trump dalam sebuah pernyataan.

"Ketika keluargamu, perusahaanmu, dan semua orang di sekelilingmu menjadi target Perburuan Penyihir yang tidak berdasar dan bermotivasi politik yang didukung oleh pengacara, jaksa, dan Media Berita Palsu, Anda tidak punya pilihan," imbuh dia.

Setelah kurang lebih enam jam, Trump keluar dari gedung di mana interogasi dilakukan. Dia tampak melambaikan tangan dari dalam mobil dengan jendela tertutup.

"Pertemuan yang sangat profesional," tulis Trump di situs Truth Social.

"Memiliki perusahaan yang fantastis dengan aset yang besar, utang yang sangat sedikit, dan uang tunai yang banyak. Hanya di Amerika!" lanjutnya.

Jaksa Agung New York, Letitia James, tengah melakukan penyelidikan atas dugaan kecurangan dan penipuan yang dilakukan Trump Organization. Perusahaan Trump itu diduga memark-up harga properti untuk mendapatkan pinjaman yang menguntungkan dan nilai aset yang dikecilkan untuk mendapatkan keringanan pajak.

Sementara itu, Kantor Kejaksaan Manhattan sedang menjalankan penyelidikan paralel ke dalam organisasi Trump yang berpotensi untuk dilakukan tuntutan pidana. Penyelidikan itu bisa menjadi alasan tim hukum untuk menasihati Trump agar tetap diam, karena pernyataannya dapat memperkuat kasus ini.

Miliarder berusia 76 tahun itu kerap menyerang James, menyebutnya sebagai "politisi gagal yang dengan sengaja berkolusi dengan orang lain untuk melakukan perang salib palsu selama bertahun-tahun."

Trump telah membantah melakukan kesalahan. Trump dan anak-anak tertuanya, Donald Jr dan Ivanka, akan mulai bersaksi di bawah sumpah pada Juli, tetapi deposisi ditunda karena kematian istri pertamanya.

FBI geledah rumah Trump di Florida. Simak di halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT