ADVERTISEMENT

Taliban Selidiki Klaim AS Bunuh Pemimpin Al-Qaeda di Kabul

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 04 Agu 2022 14:13 WIB
Pemimpin Al-Qaeda, Ayman al-Zawahiri dilaporkan tewas dalam serangan drone AS di Kabul, Afghanistan. Kematian Al-Zawahiri diumumkann oleh Presiden AS Joe Biden.
Peminpin Al-Qaeda Ayman al-Zawahiri (dok. SITE INTELLIGENCE GROUP/ AFP)

Para pemimpin Taliban sebagian besar tetap bungkam soal serangan drone AS pada Minggu (31/7) waktu setempat dan tidak mengonfirmasi kehadiran maupun kematian Al-Zawahiri di Kabul.

Sedikitnya tiga sumber dalam Taliban menuturkan bahwa para pemimpin tertinggi kelompok itu telah menggelar diskusi panjang soal bagaimana menanggapi serangan drone AS di Afghanistan.

Cara Taliban bereaksi terhadap serangan itu bisa memberikan dampak signifikan, mengingat kelompok radikal itu tengah mencari legitimasi internasional dan meminta akses pada dana miliaran dolar Amerika yang kini dibekukan usai kolapsnya pemerintahan Afghanistan yang didukung AS setahun lalu.

Al-Zawahiri yang mantan dokter bedah asal Mesir, diyakini terlibat secara erat dalam serangan 11 September 2001 yang menewaskan ribuan orang di AS. Dia menjadi salah satu sosok yang paling dicari di muka Bumi ini.

Kematian Al-Zawahiri di Kabul memicu pertanyaan apakah dia menerima perlindungan dari Taliban, yang telah meyakinkan AS dalam perjanjian tahun 2020 lalu bahwa mereka tidak akan membiarkan Al-Qaeda beroperasi di area-area yang ada di bawah kendali mereka.

Dalam pernyataannya kepada wartawan, Shaheen menegaskan Emirat Islam Afghanistan -- nama resmi Afghanistan di bawah Taliban -- berkomitmen pada perjanjian yang ditandatangani di Doha, Qatar.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken sebelumnya menuduh Taliban telah 'secara terang-terangan melanggar' perjanjian itu dengan menampung dan melindungi Al-Zawahiri.


(nvc/idh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT