ADVERTISEMENT

Disebut Terima Rp 18 M dari Osama bin Laden, Ini Kata Pangeran Charles

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 01 Agu 2022 11:01 WIB
LONDON, ENGLAND - MARCH 11: Prince Charles, Prince of Wales laughs on stage as he attends the Princes Trust And TK Maxx & Homesense Awards at London Palladium on March 11, 2020 in London, England. (Photo by Yui Mok - WPA Pool/Getty Images)
Pangeran Charles (dok. Yui Mok - WPA Pool/Getty Images)
London -

Clarence House, kediaman Pangeran Charles, membantah laporan media Inggris, Sunday Times, yang menyebut ahli waris takhta Kerajaan Inggris itu memediasi kesepakatan tahun 2013 untuk menerima sumbangan amal sebesar 1 juta Poundsterling (Rp 18,1 miliar) dari saudara tiri mendiang Osama bin Laden.

Seperti dilansir CNN, Senin (1/8/2022), laporan Sunday Times yang mengutip sejumlah sumber menyebut Pangeran Charles telah menerima sumbangan dari Bakr bin Laden dan Shafiq bin Laden untuk Yayasan Amal Pangeran Wales (PWCF), meskipun ada keberatan dari para penasihat utama pada saat itu.

Pihak Clarence House dalam pernyataannya membantah laporan Sunday Times itu, dengan menegaskan bahwa keputusan untuk menerima dana sumbangan dibuat oleh Dewan Komisaris PWCF, bukan oleh Pangeran Charles sendiri.

"Yayasan Amal Pangeran Wales telah memastikan kepada kami bahwa pemeriksaan secara menyeluruh telah dilakukan dalam menerima sumbangan ini," sebut Clarence House dalam pernyataannya.

"Keputusan untuk menerima sumbangan itu diambil oleh Dewan Komisaris yayasan amal itu sendiri dan setiap upaya untuk mengkarakterisasikan sebaliknya adalah salah," tegas Clarence House.

Bakr bin Laden merupakan mantan pemimpin perusahaan konstruksi Saudi Binladin Group yang berkantor di Jeddah, Arab Saudi. Menurut dokumen pengadilan Amerika Serikat (AS), Osama bin Laden dikeluarkan sebagai pemegang saham perusahaan keluarga itu tahun 1993, ketika Bakr bin Laden menjadi pemimpinnya.

Osama bin Laden dikenal sebagai pendiri dan pemimpin kelompok militan Al-Qaeda, yang dinyatakan mendalangi serangan 11 September 2001. Dia tewas dalam operasi khusus Navy SEAL AS tahun 2011 lalu.

Lihat juga video 'Ini Alasan Ratu Elizabeth Tak Ikut Pembukaan Parlemen Negara':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT