ADVERTISEMENT

Pemungutan Suara Inggris Dimulai Hari Ini, Siapa Gantikan Boris Johnson?

Matius Alfons - detikNews
Senin, 01 Agu 2022 07:12 WIB
Siapa Pewaris Kursi Boris Johnson, Rishi Sunak atau Elizabeth Truss?
Foto: Liz Truss (kiri) dan Rishi Sunak (kanan) (DW (News))
Jakarta -

Pemungutan suara untuk mencari Perdana Menteri Inggris baru pengganti Boris Johnson akan segera dimulai di Inggris. Kedua kandidat yang bersaing sengit yakni Mantan Menkeu Rishi Sunak dan Menteri Luar Negeri Elizabeth Truss atau Liz Truss.

Seperti dilansir AFP, Senin (1/8/2022), pemungutan suara itu akan dilakukan hari ini dengan mengirimkan surat suara kepada anggota partai Konservatif. Sampai saat ini, Liz Truss masih menjadi kandidat yang difavoritkan memenangkan pemungutan suara daripada Rishi Sunak.

Kedua orang tersebut telah menghabiskan dua minggu masa kampanye. Di mana keduanya telah beradu pendapat berulang kali, terutama mengenai rencana ekonomi mereka.

Ketika kampanye, Truss menyampaikan janjinya untuk memangkas pajak dalam upaya untuk menghidupkan kembali ekonomi Inggris yang lesu dan meringankan beban kenaikan harga.

Sunak, yang pernah menangani perekonomian Inggris saat pandemi, mengatakan rencana Truss sebagai "ekonomi fantasi". Dia menilai rencana itu justru akan memicu inflasi dan menambah tekanan lebih lanjut pada keuangan publik di tengah pandemi Corona.

Lebih lanjut, Rishi Sunak pada pekan lalu juga melakukan putaran balik yang signifikan saat kampanye dengan mengumumkan rencana untuk menghapus PPN pada tagihan energi. Dia juga berjanji pada hari Minggu untuk memotong tarif dasar pajak penghasilan sebesar 20 persen sebelum akhir parlemen berikutnya, yakni paling lambat Desember 2029.

Dia berjanji kepada Tories akar rumput selama akhir pekan bahwa dia akan berhenti "membangun omong kosong" dan "mengakhiri cuci otak" jika dia menjadi perdana menteri. Dia juga menambahkan "tidak tertarik untuk memerangi apa yang disebut perang budaya".

Pria berusia 42 tahun itu juga mengungkapkan rencana untuk menghidupkan kembali pusat kota yang sakit di negara itu.

"Saya ingin memangkas jumlah toko kosong pada tahun 2025 dan memastikan bahwa mereka berubah menjadi aset lokal yang berkembang," katanya.

"Saya juga akan menindak perilaku anti-sosial, grafiti dan membuang sampah sembarangan - melalui kekuatan polisi yang diperpanjang dan denda yang meningkat," lanjut dia.

Lihat juga video 'Pesan Terakhir Boris Johnson sebelum Tinggalkan Parlemen: Hasta la vista, Baby!':

[Gambas:Video 20detik]



(maa/zap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT