ADVERTISEMENT

Paus Fransiskus Sebut Perlakuan ke Pribumi Kanada sebagai Genosida

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 30 Jul 2022 17:20 WIB
Pope Francis meets young people and elders at Nakasuk Elementary School Square in Iqaluit, Canada, Friday, July 29, 2022. Pope Francis travels to chilly Iqaluit, capital of northern Nunavut, to meet with Inuit Indigenous people, including school children and survivors of residential schools, in his final day in Canada. (AP Photo/Gregorio Borgia)
Paus Fransiskus saat bertemu penduduk asli Kanada di kota kecil Iqaluit, Kanada, pada Jumat (29/7) waktu setempat (dok. AP Photo/Gregorio Borgia)
Roma -

Paus Fransiskus menyebut perlakuan terhadap penduduk asli Kanada di masa lalu sebagai genosida. Pernyataan keras ini disampaikan usai Paus Fransiskus meminta maaf kepada penduduk asli Kanada atas peran Gereja Katolik dalam penganiayaan dan pelecehan anak-anak pribumi di masa lalu.

Seperti dilansir AFP dan Reuters, Sabtu (30/7/2022), Paus Fransiskus menyampaikan permintaan maaf mewakili Gereja Katolik saat melakukan kunjungan selama enam hari ke Kanada. Dia telah mengakhiri kunjungannya di Kanada pada Jumat (29/7) waktu setempat.

Ketika berbicara kepada wartawan yang mendampinginya dalam penerbangan kembali ke Roma pada Sabtu (30/7) waktu setempat, Paus Fransiskus menyebut kata 'genosida' saat membahas soal perlakuan terhadap penduduk asli Kanada di masa lalu.

Dalam momen itu, Paus Fransiskus ditanyai oleh seorang reporter pribumi Kanada di dalam pesawat soal kenapa dia tidak menggunakan kata 'genosida' saat di Kanada. Paus Fransiskus juga ditanya apakah dirinya mau menerima bahwa anggota Gereja Katolik telah terlibat genosida di masa lalu.

"Saya tidak mengatakan kata itu (di Kanada) karena itu tidak terlintas dalam pikiran saya, tapi saya memang menggambarkan genosida. Dan saya meminta maaf untuk proses ini yang merupakan genosida. Saya juga mengutuknya," ucap Paus Fransiskus kepada wartawan di dalam pesawat kembali ke Roma.

"Merenggut anak-anak, mengubah budaya, mengubah mentalitas, mengubah tradisi, mengubah ras, katakanlah seperti itu, keseluruhan budaya," sebutnya.

"Iya, genosida adalah istilah teknisnya, tapi saya tidak menggunakannya karena saya tidak terpikir. Tapi saya telah menggambarkan itu, memang, genosida," imbuh Paus Fransiskus. "Anda bisa mengatakan bahwa saya menyebutnya genosida," ujarnya.

Lihat juga video 'Permintaan Maaf Paus Fransiskus atas Sejarah Kelam di Kanada Telah Ditunggu Lama':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT