Menlu Jerman-Turki Terlibat Cekcok Panas di Depan Wartawan

ADVERTISEMENT

Menlu Jerman-Turki Terlibat Cekcok Panas di Depan Wartawan

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 30 Jul 2022 14:40 WIB
Turkish Foreign Minister Mevlut Cavusoglu and German Foreign Minister Annalena Baerbock attend a news conference in Istanbul, Turkey, July 29, 2022. REUTERS/Umit Bektas
Menlu Jerman Annalena Baerbock dan Menlu Turki Mevlut Cavusoglu saat menghadiri konferensi pers bersama di Istanbul pada Jumat (29/7) waktu setempat (REUTERS/Umit Bektas)

Turki dan Jerman menjalin hubungan yang hangat pada era Kanselir Angela Merkel, yang menjabat sebelum Kanselir Olaf Scholz. Namun Baerbock yang merupakan pemimpin Partai Hijau di Jerman ini lebih kritis terhadap Turki dan membahas sejumlah isu-isu terkait Turki yang disebutnya 'sulit'.

Dia sempat menyerukan pembebasan pemimpin masyarakat sipil dan filantropi Turki Osman Kavala, yang dihukum penjara seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat pada April atas dakwaan mendanai aksi protes nasional 'Gezi' tahun 2013 lalu -- dakwaan yang disebut Barat sebagai tuduhan palsu.

Baerbock juga menyerukan agar Turki menerapkan putusan Pengadilan HAM Eropa (ECHR) terkait Kavala. "Menjadi tanggung jawab saya sebagai Menteri Luar Negeri untuk menghormati dan membela putusan ECHR, tanpa pengecualian dan sepanjang waktu," ujarnya.

Putusan ECHR yang dimaksud merupakan putusan tahun 2019 yang menetapkan penahanan Kavala bertujuan untuk membungkam dirinya dan bukti-bukti tidak cukup mendukung tuduhan terhadapnya.

Bulan ini, ECHR menyatakan Turki belum menerapkan putusan tahun 2019 terkait Kavala, yang merupakan pelanggaran proses, dan bisa membuat Ankara ditangguhkan keanggotaannya dari kelompok pemantau HAM, Dewan Eropa.

Cavusoglu merespons pernyataan Baerbock itu dengan mengatakan bahwa Yunani, Norwegia, dan Jerman juga tidak menerapkan putusan ECHR lainnya dan menuduh Jerman telah mendanai Kavala.

"Mengapa Anda terus-menerus mengungkit Osman Kavala? Karena Anda menggunakan Osman Kavala untuk melawan Turki. Kami mengetahui bahwa Anda mendanai acara-acara Gezi," tegas Cavusoglu, yang berbalik dan menatap langsung Baerbock saat menyampaikan beberapa pernyataan tegasnya.

Dalam perdebatan panas ini, Baerbock juga memperingatkan bahwa ancaman Turki untuk melancarkan serangan terbaru terhadap militan Kurdi di Suriah bagian utara 'hanya akan memicu lebih banyak rasa sakit bagi orang-orang' dan membantu militan Islamic State (ISIS).

Cavusoglu pun mengkritik Berlin yang disebutnya 'merangkul' militan Kurdi. Namun Baerbock menegaskan Jerman, sama seperti Uni Eropa, memperlakukan militan Kurdi atau yang disebut Partai Pekerja Kurdistan (PKK) -- yang melakukan pemberontakan puluhan tahun di Turki -- sebagai organisasi teroris.


(nvc/idh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT