Menlu AS-Rusia Pertama Teleponan Sejak Invasi Ukraina, Bahas Apa?

ADVERTISEMENT

Menlu AS-Rusia Pertama Teleponan Sejak Invasi Ukraina, Bahas Apa?

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 30 Jul 2022 11:28 WIB
U.S. Secretary of State Antony Blinken stands with Russian Foreign Minister Sergei Lavrov before their meeting, in Geneva, Switzerland, January 21, 2022. Alex Brandon/Pool via REUTERS
Menlu AS Antony Blinken dan Menlu Rusia Sergei Lavrov saat berfoto bersama dalam pertemuan di Jenewa, Swiss, pada Januari 2022 (dok. Alex Brandon/Pool via REUTERS)

Kementerian Luar Negeri Rusia dalam pernyataan terpisah membahas percakapan telepon itu, menyatakan bahwa hubungan kedua negara 'sangat membutuhkan normalisasi'.

"Mengenai kemungkinan pertukaran tahanan Rusia dan Amerika, pihak Rusia bersikeras agar kita kembali pada rezim dialog profesional, bebas dari spekulasi media, dalam kerangka diplomasi rahasia," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Rusia.

Lavrov juga mengecam militer AS dan aliansi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) yang mengirimkan pasokan persenjataan senilai miliaran dolar Amerika untuk Ukraina. "Itu hanya memperpanjang penderitaan rezim Kiev, memperluas konflik dan korbannya," imbuh pernyataannya.

Proposal AS, yang dikirimkan secara diam-diam ke Rusia beberapa pekan sebelumnya, dilaporkan mencakup tawaran pertukaran dua warga AS yang ditahan Moskow dengan seorang warga Rusia terpidana penyelundup senjata, Viktor Bout, dan akan mengikuti pertukaran tahanan serupa pada April lalu.

Dalam percakapan telepon itu, sebut Blinken, dirinya juga menekan Lavrov agar Rusia mematuhi proposal ekspor gandum keluar Ukraina yang dimediasi Turki. Blinken juga menyebut dirinya membahas soal rencana Moskow menganeksasi wilayah-wilayah Ukraina yang berhasil direbut pasukannya. Ditegaskan Biden kepada Lavrov bahwa dunia tidak akan mengakui aneksasi yang dilakukan Rusia.

Percakapan telepon pada Jumat (29/7) waktu setempat itu menjadi yang pertama antara Blinken dan Lavrov sejak 15 Februari lalu, ketika Blinken memperingatkan Rusia agar tidak menginvasi Ukraina. Presiden Vladimir Putin memerintahkan pengiriman pasukan Rusia ke Ukraina sembilan hari kemudian, yang mendorong AS dan sekutu-sekutunya menjatuhkan rentetan sanksi untuk mengisolasi Moskow dari dunia.

Saat sama-sama menghadiri pertemuan G20 di Bali pada awal Juli lalu, Blinken menolak untuk bertemu Lavrov. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price, menyatakan bahwa Blinken tidak ada rencana bertemu Lavrov pekan depan saat keduanya sama-sama menghadiri pertemuan di Kamboja.


(nvc/idh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT