Banjir Terjang Kentucky Tewaskan 8 Orang, Warga Terjebak di Atap Rumah

ADVERTISEMENT

Banjir Terjang Kentucky Tewaskan 8 Orang, Warga Terjebak di Atap Rumah

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 29 Jul 2022 11:32 WIB
Jakarta -

Banjir bandang yang disebabkan oleh hujan lebat melanda Kentucky timur, Amerika Serikat. Akibatnya, sedikitnya delapan orang tewas dan menyebabkan beberapa penduduk terjebak di atap rumah dan di pepohonan.

Dunia telah dilanda peristiwa cuaca ekstrem dalam beberapa bulan terakhir, insiden yang menurut para ilmuwan adalah tanda perubahan iklim yang sangat jelas.

"Ini akan menjadi banjir terburuk dalam ingatan baru-baru ini -- menghancurkan dan mematikan," kata Gubernur Kentucky Andy Beshear kepada media afiliasi NBC lokal, WLEX dalam sebuah wawancara seperti dilansir dari kantor berita AFP, Jumat (29/7/2022).

"Kita akan berakhir dengan jumlah korban jiwa dua digit. Saat ini, saya yakin kami dapat mengkonfirmasi setidaknya delapan, tetapi jumlah itu tampaknya meningkat setiap jam."

Para korban termasuk seorang wanita berusia 81 tahun di Perry County.

Beshear mengatakan bahwa petugas penyelamat telah menyelamatkan "antara 20 dan 30" orang melalui udara. Sebelumnya, dia menggambarkan orang-orang yang berdiri di atas atap atau memanjat pohon untuk menghindari banjir sambil menunggu penyelamatan.

Banyak jalan terendam banjir menyerupai sungai, mobil-mobil yang hancur berserakan dan air banjir berwarna coklat berlumpur menghantam atap rumah-rumah dataran rendah di wilayah Appalachian di negara bagian itu.

Beberapa daerah melaporkan menerima lebih dari delapan inci (20 sentimeter) hujan dalam periode 24 jam.

Gubernur Kentucky mengatakan keadaan darurat telah diumumkan di setengah lusin kabupaten, dan empat helikopter Garda Nasional telah dikerahkan untuk membantu upaya penyelamatan.

Otoritas telah mengerahkan perahu-perahu untuk melakukan penyelamatan air.

"Ada banyak orang di luar sana yang membutuhkan bantuan," kata Beshear kepada wartawan. "Dan kami melakukan yang terbaik yang kami bisa untuk menjangkau masing-masing dari mereka. Situasi saat ini sulit," tambahnya.

Beshear mengatakan sekitar 25.000 rumah tanpa listrik di seluruh negara bagian.

(ita/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT