Kecaman Dunia ke Junta Myanmar Usai Eksekusi Mati 4 Napi

ADVERTISEMENT

Kecaman Dunia ke Junta Myanmar Usai Eksekusi Mati 4 Napi

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 29 Jul 2022 07:48 WIB
Aktivis pro-demokrasi Myanmar, Kyaw Min Yu (kiri) dan mantan anggota DPR Phyo Zeya Thaw (kanan) bakal menjadi dua orang yang dieksekusi mati pertama kali dalam dekade ini. (AFP)
Foto: Aktivis pro-demokrasi Myanmar, Kyaw Min Yu (kiri) dan mantan anggota DPR Phyo Zeya Thaw (kanan) bakal menjadi dua orang yang dieksekusi mati pertama kali dalam dekade ini. (AFP)

Negara ASEAN Sebut Perbuatan Tercela

Negara-negara tetangga Myanmar yang tergabung dalam Asosiasi Negara-negara Asia Tenggara(ASEAN) memberikan teguran keras. ASEAN menyebut eksekusi mati itu 'sangat tercela' dan merusak upaya regional untuk meredakan krisis.

Seperti dilansir dari Reuters, Selasa (26/7), ASEAN yang beranggotakan 10 negara termasuk Myanmar, menyatakan 'sangat terganggu dan sangat sedih oleh eksekusi tersebut', juga waktu pelaksanaannya yang hanya sepekan sebelum pertemuan ASEAN digelar.

"Sementara kompleksitas krisis telah diakui dengan baik dan suasana permusuhan ekstrem bisa dirasakan dari seluruh penjuru Myanmar, ASEAN sebagai keseluruhan menyerukan untuk menahan diri sepenuhnya," tegas Kamboja yang menjadi Ketua ASEAN tahun ini dalam pernyataan yang luar biasa kuat.

"Pelaksanaan hukuman mati hanya sepekan sebelum pertemuan tingkat menteri ASEAN ke-55 sangatlah tercela," imbuh pernyataan itu.

Eksekusi mati itu juga dinilai menunjukkan 'kurangnya kemauan' dari junta militer Myanmar untuk mendukung rencana perdamaian ASEAN yang didukung Perserikatan Bangsa-bangsa(PBB).

RI Kecewa

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan PM Jepang Kishida membahas mengenai isu di Ukraina hingga Myanmar. Dalam pertemuan itu, Jokowi juga menyoroti hukuman mati terhadap tahanan politik Myanmar.

Jokowi menekankan hukuman mati terhadap tahanan politik Myanmar adalah kemunduran dari 5 konsensus pimpinan ASEAN.

"Mengenai Myanmar, Presiden sampaikan kekecewaan terhadap tidak adanya kemajuan signifikan implementasi 5 poin konsensus. Semua perkembangan di Myanmar termasuk hukuman mati terhadap tahanan politik menunjukkan kemunduran bukan kemajuan dari implementasi 5 poin konsensus," katanya.

"Semua perkembangan menunjukkan tidak adanya komitmen Junta militer Myanmar dalam mengimplementasikan 5 poin konsensus," lanjutnya.

Junta Myanmar Anggap Pantas Dihukum Mati

Junta Myanmar menyebut keempat napi itu 'pantas mendapatkan hukuman mati'.

"Jika kita membandingkan hukuman mereka dengan kasus-kasus hukuman mati lainnya, mereka telah melakukan kejahatan yang seharusnya mereka dijatuhi hukuman mati berkali-kali," kata juru bicara junta militer Myanmar, Zaw Min Tun pada konferensi pers reguler, seperti dilansir dari kantor berita AFP.

Zaw Min Tun mengatakan hukuman mati diberikan oleh pengadilan setelah para terdakwa 'diberi hak untuk membela diri sesuai dengan prosedur pengadilan'

"Mereka merugikan banyak orang yang tidak bersalah. Ada banyak kerugian besar yang tidak bisa diganti," imbuhnya.


(idn/idn)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT