ADVERTISEMENT

Jokowi Kecewa Junta Myanmar Eksekusi Mati 4 Tahanan Politik

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 27 Jul 2022 23:31 WIB
Jokowi
Presiden Jokowi (Biro Pers Setpres)
Jakarta -

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan PM Jepang Kishida membahas mengenai isu di Ukraina hingga Myanmar. Dalam pertemuan itu, Jokowi juga menyoroti hukuman mati terhadap tahanan politik Myanmar.

"Isu yang dibahas dalam acara working lunch antara lain mengenai situasi di Ukraina situasi di Myanmar semenanjung Korea, Laut China Selatan, dan non-proliferasi nuklir," kata Retno dalam tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (27/7/2022).

Kepada PM Jepang, Jokowi menyampaikan bahwa Indonesia lebih giat membangun kerjasama dengan negara dunia di tengah situasi dunia yang penuh rivalitas. Retno menambahkan bahwa RI terus merajut persahabatan.

"Indonesia akan terus merajut persahabatan demi stabilitas dan perdamaian dan juga demi kemakmuran dunia," katanya.

Retno menyampaikan bahwa Jokowi juga memaparkan hasil dari kunjungan ke Ukraina dan Rusia. Hasil pertemuan itu disampaikan Jokowi untuk menjawab pertanyaan PM Jepang.

"Atas pertanyaan PM Kishida Presiden juga sampaikan hasil kunjungan ke Kyiv dan Moskow pada saat acara working lunch," katanya.

Bahas soal Laut China Selatan

Pada pertemuan itu, Jokowi juga menyampaikan mengenai situasi di Laut China Selatan. Jokowi menekankan setiap negara harus menjaga stabilitas dan perdamaian.

"Pesan yang senada juga disampaikan presiden pada saat berbicara mengenai situasi Laut China Selatan. Bapak Presiden mengatakan penting bagi semua negara jaga stabilitas dan perdamaian di Laut China Selatan," tutur Retno.

"Dan satu-satunya jalan agar stabilitas dan perdamaian terjaga adalah dengan menghormati hukum internasional, terutama UNCLOS 1982," imbuhnya.

Soroti Situasi di Myanmar

Jokowi juga menyampaikan persoalan Myanmar kepada PM Jepang. Jokowi menekankan bahwa hukuman mati terhadap tahanan politik Myanmar adalah kemunduran dari 5 konsensus pimpinan ASEAN.

"Mengenai Myanmar, Presiden sampaikan kekecewaan terhadap tidak adanya kemajuan signifikan implementasi 5 poin konsensus. Semua perkembangan di Myanmar termasuk hukuman mati terhadap tahanan politik menunjukkan kemunduran bukan kemajuan dari implementasi 5 poin konsensus," katanya.

"Semua perkembangan menunjukkan tidak adanya komitmen Junta militer Myanmar dalam mengimplementasikan 5 poin konsensus," lanjutnya.

Selengkapnya pada halaman berikutnya.

Simak juga Video: Aung San Suu Kyi Divonis 4 Tahun Penjara

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT