ADVERTISEMENT

Ancang-ancang Kim Jong Un Pakai Nuklir untuk Perang

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 28 Jul 2022 20:02 WIB

Ancang-ancang Gunakan Nuklir Jika Perang dengan AS

Dilansir AFP, Kim Jong Un mengatakan negaranya 'siap untuk memobilisasi' penangkal nuklirnya jika terjadi bentrokan militer dengan Amerika Serikat dan Korea Selatan. Dalam pidato terbarunya untuk menandai gencatan senjata yang mengakhiri pertempuran dalam Perang Korea - yang dikenal sebagai 'Hari Kemenangan' di Korut - Kim mengatakan angkatan bersenjata negara itu 'benar-benar siap' untuk setiap krisis.

"Penangkal nuklir negara kami juga siap untuk memobilisasi kekuatan absolutnya dengan tepat, akurat dan segera sesuai dengan misinya," kata Kim Jong Un seperti diberitakan kantor berita resmi Korut, KCNA.

Washington dan Seoul telah berulang kali memperingatkan bahwa Pyongyang sedang bersiap untuk melakukan uji coba nuklir ketujuh - sebuah langkah yang telah diperingatkan Amerika Serikat akan memicu respons 'cepat dan kuat'.

Berpidato kepada para veteran perang pada peringatan 69 tahun berakhirnya Perang Korea 1950-53, Kim menekankan 'kesiapan menyeluruh' negara itu untuk 'menangani setiap bentrokan militer dengan Amerika Serikat'. Ancaman terbarunya ini disampaikan ketika Korea Selatan dan Amerika Serikat meningkatkan latihan militer bersama yang selalu membuat marah Korea Utara karena Pyongyang menganggapnya sebagai latihan untuk invasi.

Minggu ini, militer AS mengadakan latihan tembak langsung menggunakan helikopter Apache canggih yang dikerahkan ke Korsel untuk pertama kalinya sejak 2019.

Latihan itu digelar ketika kedua negara yang bersekutu itu mengumumkan dilanjutkannya pelatihan lapangan langsung dalam latihan gabungan yang tertunda dalam beberapa tahun terakhir karena pandemi virus Corona (COVID-19) dan upaya-upaya meredakan ketegangan dengan Korut.

Presiden Korsel Yoon Suk-Yeol yang menjabat sejak Mei lalu, bersumpah untuk 'menormalisasi' latihan gabungan dan meningkatkan pencegahan terhadap Korut.

Tidak diketahui secara jelas keputusan apa yang memicu dimulainya kembali latihan Apache. Pasukan Korea AS (USFK) dan Kementerian Pertahanan Korsel belum memberikan komentarnya.

Seorang mantan pejabat pertahanan senior AS menyebut kurangnya latihan tembak langsung telah menjadi 'masalah besar' bagi para pilot dan kru militer AS. "Mereka menjadi kurang siap pada saat pergi (dari Korsel) dibandingkan saat mereka tiba," tutur pejabat senior AS yang enggan disebut namanya kepada Reuters.


(haf/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT