ADVERTISEMENT

Rudal Rusia Hantam Pesisir Laut Hitam Dekat Odesa Ukraina

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 26 Jul 2022 17:59 WIB
Firefighters work at a site of a Russian missile strike in a sea port of Odesa, as Russias attack on Ukraine continues, Ukraine July 23, 2022. Press service of the Joint Forces of the South Defence/Handout via REUTERS
Ilustrasi -- Petugas pemadam Ukraina saat berupaya memadamkan kebakaran di pelabuhan Odesa yang digempur rudal Rusia pada akhir pekan lalu (dok. Press service of the Joint Forces of the South Defence/Handout via REUTERS)
Kiev -

Militer Ukraina melaporkan pasukan Rusia kembali melancarkan rentetan serangan rudal ke target-target yang ada di pesisir Laut Hitam, dekat kota pelabuhan Odesa dan kota Mykolaiv pada Selasa (26/7) waktu setempat.

Seperti dilansir AFP, Selasa (26/7/2022), serangan rudal Rusia itu dilancarkan beberapa hari setelah serangan rudal lainnya menghantam pelabuhan Odesa, yang memicu kecaman karena dilancarkan sehari usai kesepakatan dicapai untuk melanjutkan ekspor biji gandum dari Ukraina, yang terhenti akibat invasi Rusia.

"Serangan rudal besar-besaran, dengan menggunakan pesawat, diluncurkan dari Laut Hitam ke wilayah Ukraina bagian selatan," sebut komando militer selatan Ukraina dalam pernyataan via Facebook.

Disebutkan militer Ukraina bahwa para petugas penyelamat tengah bekerja di area dekat Odesa, di mana 'gedung-gedung permukiman' yang ada di dekat pantai terkena serangan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky merilis sebuah video yang menunjukkan puing-puing berserakan di sekitar rumah-rumah yang rusak parah di wilayah Zatoka, yang merupakan sebuah desa resort terkenal di sebelah barat Odesa.

"Tidak ada pangkalan militer, tidak ada tentara. Teroris Rusia hanya ingin menembak. Mereka akan dimintai pertanggungjawaban atas semua ini," tegas Zelensky dalam postingan Instagram-nya.

Militer Ukraina dalam pernyataannya juga menyebut bahwa 'infrastruktur pelabuhan' ditargetkan di wilayah Mykolaiv. Disebutkan bahwa wilayah Mykolaiv juga terkena serangan rudal dari sistem rudal S-300 yang dikerahkan di wilayah Kherson yang kini dikuasai pasukan Rusia.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT