ADVERTISEMENT

26 Orang Tewas Gegara Miras Oplosan di India, Puluhan Dirawat

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 26 Jul 2022 15:14 WIB
People wait to be carried into a hospital for treatment after falling sick from consuming spurious liquor in Botad, India, Tuesday, July 26, 2022. At least 21 people have died and another 30 fallen sick from drinking spurious liquor in Indias western state of Gujarat, officials said Tuesday. Senior government official Mukesh Parmar said the deaths occurred in Ahmedabad and Botad districts of the state, where manufacturing, sale and consumption of liquor are prohibited. (AP Photo)
Selain 26 orang tewas, puluhan orang lainnya dilarikan ke rumah sakit usai mengonsumsi miras oplosan di India (AP Photo)
New Delhi -

Sedikitnya 26 orang tewas usai mengonsumsi minuman keras (miras) palsu atau oplosan di India bagian barat. Puluhan orang lainnya jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit akibat miras oplosan itu.

Seperti dilansir Reuters dan Associated Press, Selasa (26/7/2022), seorang pejabat senior pemerintahan setempat, Mukesh Parmar, menuturkan kematian akibat miras oplosan itu dilaporkan pada Senin (25/7) waktu setempat dan terjadi di dua distrik yang ada di negara bagian Gujarat, yakni distrik Ahmedabad dan Botad.

Diketahui bahwa produksi, penjualan dan konsumsi miras dilarang di Gujarat, yang merupakan negara bagian asal Perdana Menteri (PM) Narendra Modi. Hanya orang-orang yang memiliki izin resmi yang dikeluarkan pemerintah yang bisa mengonsumsi minuman keras.

Selain 26 orang tewas, lebih dari 30 orang lainnya jatuh sakit hingga harus dirawat di rumah sakit usai mengonsumsi miras oplosan itu.

Tidak diketahui secara jelas bahan kimia apa yang dicampurkan ke dalam miras yang memakan banyak korban jiwa itu.

Laporan kantor berita Press Trust of India menyebut kepolisian setempat telah menahan sejumlah tersangka yang diduga terlibat dalam penjualan miras oplosan itu.

"Kami menangani insiden ini dengan sangat serius dan penyelidikan secara detail telah diluncurkan," ujar Sekretaris Dalam Negeri Gujarat, Raj Kumar, dalam pernyataan kepada Reuters.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT