ADVERTISEMENT

Turki Sebut Rusia Bantah Lakukan Serangan ke Pelabuhan Odessa Ukraina

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Minggu, 24 Jul 2022 05:50 WIB
Serangan udara mengguncang kota pelabuhan strategis Ukraina, Odessa. Serangkaian ledakan terdengar di sejumlah daerah.
Ilustrasi (Foto: AP/Max Pshybyshevsky)
Ankara -

Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan bahwa Rusia membantah telah menyerang pelabuhan Odessa, Ukraina. Akan tetapi, Rusia sendiri belum berkomentar mengenai serangan Rudal yang menghantam gudang gandum di pelabuhan Ukraina itu.

"Rusia mengatakan kepada kami bahwa mereka sama sekali tidak ada hubungannya dengan serangan ini dan mereka melihat masalah ini dengan sangat cermat," kata Hulusi Akar, seperti dilansir AFP, Minggu (24/7/2022).

Namun demikian, pihak Rusia sendiri belum memberikan komentar secara resmi terkait serangan di Odessa, Ukraina ini.

Rusia dan Ukraina menandatangani perjanjian di Istanbul pada hari Jumat yang ditengahi oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Sekjen PBB Antonio Guterres. Akan tetapi, serangan di pelabuhan Ukraina terjadi sehari setelah perjanjian itu.

Akar juga mengatakan insiden itu membuat Turki prihatin. "Benar-benar membuat kami prihatin," kata Akar dalam komentarnya kepada kantor berita negara Anadolu.

"Kami akan terus memenuhi tanggung jawab kami berdasarkan kesepakatan yang kami capai kemarin," tambahnya.

Sekitar 25 juta ton gandum dan biji-bijian lainnya telah diblokir di pelabuhan Ukraina oleh kapal perang Rusia dan ranjau darat yang telah diletakkan Kyiv untuk mencegah serangan amfibi.

Ukraina Sebut Rudal Rusia Serang Pelabuhan

Seorang juru bicara militer Ukraina mengatakan bahwa serangan rudal menargetkan fasilitas pengolahan biji-bijian di Odessa, Ukraina. Serangan rudal ini terjadi setelah kedua negara yang berperang setuju untuk membuka blokir ekspor dari pelabuhan itu.

"Pelabuhan Odessa diserang secara khusus di mana pengiriman biji-bijian sedang diproses. Dua rudal menghantam persis infrastruktur pelabuhan, di mana jelas ada biji-bijian," kata juru bicara militer Yuriy Ignat kepada AFP, seperti dilansir AFP, Sabtu (23/7).

Simak Video: Tentara Ukraina Mulai Terbiasa Gunakan Howitzer M-777

[Gambas:Video 20detik]



(lir/lir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT