ADVERTISEMENT

Pasien COVID Banjiri RS, Warga Australia Diserukan WFH

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 20 Jul 2022 17:35 WIB
Pemerintah Australia akan cabut larangan perjalanan internasional tanpa izin bagi warga negaranya. Kebijakan itu rencananya akan dilakukan mulai akhir tahun ini
Ilustrasi -- Situasi pandemi Corona di Australia (Dok. Getty Images)
Canberra -

Jumlah warga Australia yang dirawat di rumah sakit akibat virus Corona (COVID-19) nyaris mencetak rekor pada Rabu (20/7) waktu setempat. Situasi itu mendorong otoritas Australia mendesak para pengusaha dan bisnis untuk membiarkan para pegawai bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

Otoritas setempat juga merekomendasikan orang-orang untuk tetap memakai masker di dalam ruangan dan segera mendapatkan suntikan booster di tengah kemunculan wabah terbaru Corona.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (20/7/2022), Australia kini berada dalam cengkeraman gelombang ketiga Corona varian Omicron yang dipicu oleh sub varian baru yang sangat menular, BA.4 dan BA.5.

Lebih dari 300.000 kasus Corona tercatat dalam tujuh hari terakhir, dengan otoritas setempat mengakui bahwa angka sebenarnya bisa mencapai dua kali lipat lebih tinggi. Sebanyak 50.000 kasus Corona yang tercatat pada Selasa (19/7) waktu setempat merupakan angka kasus harian tertinggi dalam dua bulan terakhir.

Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese menolak tekanan untuk memberlakukan kembali pembatasan ketat demi menghentikan penyebaran virus, termasuk mewajibkan kembali masker di dalam ruangan (indoor), meskipun dia mendorong warganya untuk memakai masker di dalam ruangan.

"Kebenarannya adalah jika Anda memiliki mandat, Anda harus menegakkannya," ucap PM Albanese kepada wartawan setempat pada Rabu (20/7) waktu setempat.

"Meskipun ada mandat untuk transportasi umum ... tidak semua orang memakai masker," imbuhnya.

Lebih lanjut, Albanese mengatakan bahwa bisnis dan karyawan harus memutuskan bersama soal pengaturan kerja dari rumah, saat serikat pekerja menyerukan pengusaha untuk berbuat lebih banyak bagi staf-staf mereka.

Simak Video 'Lingkungan Kian Memburuk, Hewan-hewan di Australia Terancam':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT