ADVERTISEMENT

Penembakan 4 Juli di AS Diduga Terencana, Pelaku Sempat Kabur Berbaju Wanita

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 06 Jul 2022 06:41 WIB
HIGHLAND PARK, IL - JULY 05: Flowers are laid near the scene of a shooting at a Fourth of July parade on July 5, 2022 in Highland Park, Illinois. Police have detained Robert Bobby E. Crimo III, 22, in connection with the shooting in which six people were killed and 19 injured, according to published reports.   Jim Vondruska/Getty Images/AFP (Photo by Jim Vondruska / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)
Lokasi penembakan massal di Chicago AS (Foto: Getty Images via AFP/JIM VONDRUSKA)
Illinois -

Polisi Amerika Serikat (AS) menyebut tersangka penembakan massal pada parade 4 Juli di Chicago telah merencanakan aksinya sejak berminggu-minggu. Selain itu, pelaku mengenakan pakaian wanita untuk membantu pelariannya.

Dikutip dari AFP, Rabu (6/7/2022), tersangka penembakan Robert Crimo (21) berasal dari Highwood, Illinois. Crimo berhasil ditangkap karena dicurigai melepaskan tembakan dari rooftop ke kerumunan parade Hari Kemerdekaan AS.

Juru bicara polisi Christopher Covelli berharap jaksa segera mengajukan tuntutan terhadap Crimo. Covelli menyebut tersangka memiliki riwayat masalah kesehatan mental dan perilaku mengancam.

Korban Tewas Jadi 7 Orang

Covelli mengatakan jumlah korban tewas naik menjadi tujuh pada Selasa setelah salah satu korban yang terluka meninggal di rumah sakit. Sementara lebih dari 35 orang terluka.

Di antara yang tewas adalah Kevin McCarthy dan istrinya, Irina, orang tua dari seorang anak laki-laki berusia dua tahun yang ditemukan berkeliaran sendirian setelah penembakan itu. Hal itu menurut laporan CBS News.

Covelli mengatakan pihaknya belum menetapkan motif serangan yang membuat para pengunjung parade panik melarikan diri. Akan tetapi, tersangka diyakini telah merencanakan penembakan itu.

"Kami yakin Crimo telah merencanakan serangan ini selama beberapa minggu," katanya seraya menambahkan bahwa tersangka melancarkan aksi brutalnya itu seorang diri.

"Kami tidak memiliki informasi yang menunjukkan pada titik ini bahwa itu bermotivasi rasial, dimotivasi oleh agama atau status dilindungi lainnya," tambahnya.

Covelli mengatakan polisi telah dipanggil dua kali ke rumah Crimo pada 2019. Pertama untuk menyelidiki upaya bunuh diri, dan kedua karena seorang kerabat mengatakan dia mengancam akan 'membunuh semua orang' dalam keluarga.

Dia menambahkan bahwa polisi mengamankan 16 pisau, belati dan pedang dari rumah Crimo tetapi tidak melakukan penangkapan.

Selengkapnya pada halaman berikut.

Simak Video: Kepanikan Usai Penembakan saat Konser Kemerdekaan AS di Philadelphia

[Gambas:Video 20detik]






ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT