ADVERTISEMENT

Bom Rakitan Meledak di Mali, 2 Pasukan Perdamaian PBB Tewas-5 Luka Parah

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Rabu, 06 Jul 2022 00:26 WIB
Nigerian Policeman of the United Nations Stabilisation Mission in Mali (MINUSMA) patrols on Timbuktus main square on December 8, 2021. - Frances anti-jihadist military force in the Sahel region, which involves over 5,000 troops will end in the first quarter of 2022. (Photo by FLORENT VERGNES / AFP)
Ilustrasi/pasukan perdamaian PBB (Foto: AFP/FLORENT VERGNES)
Mali -

Kendaraan konvoi pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menabrak sebuah bom di Mali. Dua pasukan perdamaian PBB tewas dalam insiden itu dan 5 orang lainnya luka parah.

"Pagi ini, sebuah kendaraan lapis baja dalam konvoi pasokan MINUSMA menabrak ranjau di jalan raya Tessalit-Gao," kata MINUSMA seperti dilansir AFP, Rabu (6/7/2022).

Seorang pejabat misi PBB mengatakan kedua korban tewas adalah pasukan berkewarganegaraan Mesir. Sementara pasukan yang terluka dievakuasi setelah pasukan intervensi cepat dikirim ke tempat kejadian.

"MINUSMA mengutuk keras serangan ini, yang mungkin merupakan kejahatan perang menurut hukum internasional, dan mencatat dengan keprihatinan seringnya penggunaan alat peledak rakitan oleh kelompok teroris untuk melumpuhkan operasi misi dan menghalangi kembalinya perdamaian dan stabilitas," kata MINUSMA dalam sebuah pernyataan.

"Ranjau dan alat peledak improvisasi di Mali mempengaruhi personel PBB, pasukan pertahanan dan keamanan Mali dan masyarakat yang kami layani tanpa perbedaan," katanya.

MINUSMA atau Misi Stabilisasi Terpadu Multidimensi PBB di Mali adalah salah satu operasi penjaga perdamaian terbesar PBB, dan salah satu yang paling berbahaya.

Sebanyak 177 tentaranya tewas karena tindakan permusuhan, termasuk empat pada bulan Juni. Sementara 8 penjaga perdamaian terluka oleh ranjau di wilayah Timbuktu pada 23 Juni.

Komplementer MINUSMA terdiri dari 13.289 personel TNI dan 1.920 polisi. Mandat pasukan itu diperpanjang oleh Dewan Keamanan PBB selama 12 bulan pada 29 Juni.

Namun, misi itu akan tanpa dukungan udara Prancis, yang telah ditolak oleh Mali, yang junta penguasanya bertentangan dengan Prancis.

Diketahui, jihadis bergabung dengan pemberontakan regional di Mali utara pada 2012, dan kemudian memperluas kampanye mereka ke pusat negara dan tetangga Burkina Faso dan Niger.

Ribuan warga sipil telah tewas akibat pemberontakan, lebih dari dua juta telah meninggalkan rumah mereka, dan kerusakan ekonomi di negara-negara yang termasuk termiskin di dunia sangat parah.

Lihat juga Video: Lagi dan Lagi! Bom Rakitan Meledak di Kabul

[Gambas:Video 20detik]




(lir/lir)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT