ADVERTISEMENT

2 Polisi Tewas dalam Serangan Kelompok Bersenjata di Benin

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 27 Jun 2022 02:28 WIB
A Benin riot police officer holds a launcher as demonstrators gather to protest against the current presidents free-market reforms in Cotonou on March 9, 2018. - Police  fired teargas to break up an anti-government demonstration by Benins political opposition involving thousands of people, according to AFP reporters on the ground. Protesters had gathered in Cotonou, Benins economic hub, to march against President Patrice Talon but officers moved in when they strayed off an agreed course. Talon, a former businessman who made his fortune in cotton, was elected in April 2016, and has since tried to revamp the West African nations stuttering economy. But his proposals for free-market reform have sparked widespread concern, leading to a series of public sector strikes that have crippled the education, justice and health sector. (Photo by Yanick Folly / AFP)
Ilustrasi polisi Benin (Foto: AFP/YANICK FOLLY)
Lagos -

Kelompok bersenjata menyerang kantor polisi di utara Benin. Dua 2 polisi dilaporkan tewas dalam insiden ini.

Dilansir AFP, Senin (27/6/2022), seorang petugas polisi di departemen Atakora mengatakan seorang petugas lainnya terluka parah dan 'dalam perawatan intensif'. Sementara 2 orang dari kelompok bersenjata juga tewas dalam baku tembak.

"Kantor polisi Dassari diserang pada dini hari Minggu pagi. Orang-orang bersenjata menyerbu masuk tetapi reaksi di pihak kami cepat," kata petugas itu.

Warga yang sempat mengunjungi kantor polisi pada Minggu pagi waktu setempat mengatakan lubang peluru terlihat di dinding kantor polisi di samping pakaian berdarah yang berserakan di tanah. Identitas warga tersebut dirahasiakan karena alasan keamanan.

"Petugas polisi di sana kaget," tambahnya.

Pemerintah Beninese belum memberikan komentar saat dihubungi AFP pada Minggu sore.

Pemerintah Benin mengatakan negara itu telah menderita sekitar 20 serangan oleh kelompok-kelompok bersenjata. Jumlah itu berdasarkan penghitungan resmi pertama yang dirilis pada Mei.

Negara Afrika Barat yang berbatasan dengan Mali, Niger dan Burkina Faso, dilanda kampanye jihad selama bertahun-tahun telah merenggut ribuan nyawa dan mengusir lebih dari dua juta orang dari rumah mereka.

Serangan fatal pertama Benin terjadi pada Desember lalu. Saat itu 2 tentara tewas di dekat perbatasan yang bermasalah dengan Burkina. Pemerintah kemudian menanggapi dengan mengumumkan peningkatan penempatan militer di utara untuk melindungi perbatasan.

Serangan bersenjata oleh para jihadis yang terkait dengan Al-Qaeda dan kelompok Negara Islam dari negara-negara Sahel yang bermasalah juga telah mempengaruhi Ghana dan Pantai Gading. Serangan ini memperkuat kekhawatiran akan dorongan ke selatan dari Sahel menuju Teluk Guinea.

(lir/lir)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT