ADVERTISEMENT

Kuasa Rusia di Seluruh Luhansk Usai Rebut Kota Terakhir dari Ukraina

Tim detikcom - detikNews
Senin, 04 Jul 2022 22:39 WIB
Russian service members work on demining the territory of Azovstal steel plant during Ukraine-Russia conflict in the southern port city of Mariupol, Ukraine May 22, 2022. REUTERS/Alexander Ermochenko
Foto: REUTERS/Alexander Ermochenko

"Jika para komandan tentara kita menarik orang-orang dari titik tertentu di garis depan, di mana musuh memiliki keunggulan besar dalam kekuatan tembak, dan hal ini juga berlaku pada Lysychansk, itu hanya berarti satu hal," ucap Zelensky dalam pernyataan video pada Minggu (4/7) malam.

"Bahwa kita akan kembali berkat taktik kita, berkat peningkatan pasokan senjata modern," tegasnya.

Ditegaskan Zelensky bahwa meskipun Rusia memusatkan kekuatan tembaknya di garis depan pertempuran di Donbas, Ukraina akan membalasnya dengan senjata jarak jauh. Salah satu senjata tersebut yaitu seperti peluncur roket HIMARS yang dipasok Amerika Serikat (AS).

Zelensky mengatakan pihaknya melindungi nyawa para tentara dan rakyatnya. Namun ia menegaskan akan tetap kembali merebut wilayah tersbeut.

"Fakta bahwa kita melindungi nyawa tentara-tentara kita, rakyat kita, memainkan peran yang sama pentingnya. Kita akan membangun kembali tembok, kita akan merebut kembali tanah itu, dan rakyat harus dilindungi di atas segalanya," cetus Zelensky.

Secara terpisah, para pejabat Ukraina yang enggan disebut namanya menyebut klaim 'pembebasan' wilayah Luhansk oleh Rusia hanyalah propaganda Kremlin.


(dwia/dwia)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT