ADVERTISEMENT

China Lockdown 1,7 Juta Orang Gegara Ratusan Kasus Corona

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 04 Jul 2022 15:05 WIB
Corona Viruses against Dark Background
ilustrasi (Foto: Getty Images/loops7)
Jakarta -

Otoritas China menempatkan 1,7 juta orang di bawah lockdown (penguncian) di provinsi Anhui, China tengah. Kebijakan ini dilakukan seiring otoritas setempat melaporkan hampir 300 kasus baru infeksi COVID-19 pada Senin (4/7) ini.

Dilansir dari kantor berita AFP, Senin (4/7/2022), dua kabupaten di provinsi itu - Sixian dan Lingbi - mengumumkan lockdown pekan lalu, sejak pertama kali ratusan kasus baru COVID-19 dilaporkan. Dengan lockdown ini, lebih dari 1,7 juta penduduk hanya diizinkan meninggalkan rumah mereka jika mereka dites virus Corona.

Rekaman dari media CCTV menunjukkan jalan-jalan kosong di Sixian selama akhir pekan. Tampak pula orang-orang mengantre untuk mengikuti tes Corona massal yang merupakan tes massal putaran keenam dalam beberapa hari terakhir.

Provinsi Anhui melaporkan 287 kasus infeksi baru pada hari Senin ini, termasuk 258 orang yang tidak memiliki gejala, menurut Komisi Kesehatan Nasional China. Dengan angka terbaru ini, maka total kasus COVID-19 yang ditemukan sejauh ini menjadi lebih dari 1.000.

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan oleh pemerintah Anhui pada hari Senin, gubernur provinsi Wang Qingxian mendesak pihak berwenang setempat untuk "memanfaatkan setiap menit dan dengan sungguh-sungguh menerapkan skrining cepat serta pelaporan kasus yang cepat dan karantina."

Sementara itu, provinsi tetangga Jiangsu juga melaporkan 56 infeksi lokal baru di empat kota pada hari Senin ini.

Sementara jumlah kasus tetap rendah dibandingkan dengan populasi besar China, para pejabat bersikeras kebijakan nol-COVID diperlukan untuk mencegah bencana perawatan kesehatan, menunjuk pada sumber daya medis yang tidak merata dan tingkat vaksinasi yang rendah di antara orang tua.

Namun, strategi itu telah memukul ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Simak juga video 'WHO: 110 Negara Alami Lonjakan Covid-19 Akibat BA.4 dan BA.5':

[Gambas:Video 20detik]



(ita/ita)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT