ADVERTISEMENT

Lagi, 2 WN Inggris Didakwa Jadi Tentara Bayaran oleh Separatis Pro-Rusia

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 02 Jul 2022 12:52 WIB
An armored vehicle rolls outside Mykolaivka, Donetsk region, the territory controlled by pro-Russian militants, in eastern Ukraine, Sunday, Feb. 27, 2022. Fighting also raged in two eastern territories controlled by pro-Russia separatists. (AP Photo)
Ilustrasi -- Kendaraan lapis baja di wilayah Donetsk, Ukraina, yang dikuasai separatis pro-Rusia (dok. AP Photo)

Juga pada 29 April, media terkemuka Inggris, BBC, yang mengutip kelompok bantuan nirlaba Presidium Network melaporkan bahwa Dylan Healy yang seorang relawan kemanusiaan telah ditahan di pos pemeriksaan di Ukraina bagian selatan. Dia ditangkap bersama seorang relawan lainnya bernama Paul Urey.

Bulan lalu, dua warga Inggris dan seorang Maroko dijatuhi hukuman mati atas dakwaan 'aktivitas tentara bayaran' setelah ditangkap saat bertempur untuk Ukraina melawan pasukan Rusia. Kerabat dari dua warga Inggris itu menyatakan mereka dikontrak untuk bertempur bagi militer Ukraina, oleh karena itu, mereka bukan tentara bayaran namun tentara biasa yang berhak atas perlindungan Konvensi Jenewa yang mengatur perlakukan terhadap tahanan perang.

Pemerintah Inggris menolak untuk berurusan secara publik dengan otoritas Republik Rakyat Donetsk yang tidak diakuinya, dan memilih untuk meminta bantuan pada otoritas Ukraina. Namun Rusia menegaskan bahwa nasib pria-pria asing itu menjadi urusan Republik Rakyat Donetsk.


(nvc/idh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT