ADVERTISEMENT

Pemimpin Taliban Serukan Dunia Setop Ikut Campur di Afghanistan!

Rita Uli Hutapea - detikNews
Jumat, 01 Jul 2022 17:03 WIB
Taliban fighters stand guard at the death anniversary event of Mullah Mohammad Omar, the late leader and founder of the Taliban, in Kabul, Afghanistan, April 24, 2022. REUTERS/Ali Khara
ilustrasi Taliban (Foto: REUTERS/ALI KHARA)
Jakarta -

Pemimpin tertinggi Taliban Hibatullah Akhundzada menyerukan agar dunia berhenti memberi tahu mereka bagaimana menjalankan Afghanistan. Dia bersikeras bahwa hukum syariah adalah satu-satunya model untuk negara Islam yang sukses.

Dilansir dari kantor berita AFP, Jumat (1/7/2022), Akhundzada berbicara di depan pertemuan besar para ulama di Kabul, ibu kota Afghanistan pada Jumat (1/7). Lebih dari 3.000 ulama telah berkumpul di Kabul sejak Kamis (30/6) untuk pertemuan tiga hari khusus pria tersebut.

Zabihullah Mujahid, juru bicara dan Wakil Menteri Informasi dan Kebudayaan Taliban mengatakan, pertemuan itu bertujuan untuk mengatasi sejumlah keluhan dan berbagai masalah lain, meskipun agendanya tidak diumumkan kepada publik.

"Mengapa dunia mencampuri urusan kita?" tanya Akhundzada dalam pidato selama satu jam yang disiarkan oleh radio pemerintah.

"Mereka mengatakan 'mengapa Anda tidak melakukan ini, mengapa Anda tidak melakukan itu?' Mengapa dunia ikut campur dalam pekerjaan kita?" cetusnya.

Akhundzada jarang meninggalkan Kandahar, tempat kelahiran dan jantung spiritual Taliban. Kedatangannya di aula pertemuan disambut dengan sorak-sorai dan teriakan, termasuk "Hidup Emirat Islam Afghanistan", nama Taliban untuk negara itu.

Tidak ada wanita yang menghadiri pertemuan ulama tersebut, tetapi sumber Taliban mengatakan kepada AFP minggu ini bahwa masalah pelik seperti pendidikan anak perempuan akan dibahas.

Akhundzada mengatakan Taliban telah memberikan kemenangan untuk Afghanistan, tetapi terserah pada para ulama untuk memberi tahu penguasa baru tentang cara menerapkan hukum syariah dengan benar.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT