ADVERTISEMENT

Singapura Akan Eksekusi Napi Meski Ramai Seruan Hapus Hukuman Mati

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 01 Jul 2022 16:51 WIB
hukum gantung
Ilustrasi

Para pegiat HAM mengkhawatirkan bahwa Singapura bersiap melakukan lebih banyak eksekusi mati dalam beberapa bulan ke depan. Sepanjang tahun ini, sedikitnya sudah tujuh terpidana mati yang diberitahu bahwa mereka akan dieksekusi mati.

Dalam wawancara dengan media terkemuka Inggris, BBC, yang dirilis pekan ini, Menteri Dalam Negeri dan Hukum Singapura K Shanmugam menegaskan Singapura mempertahankan hukuman mati karena 'ada bukti jelas bahwa itu menjadi pencegah serius bagi calon pengedar narkoba'.

Shanmugam juga membantah bahwa Nagaenthran penyandang disabilitas mental meskipun memiliki IQ 69 -- level yang menurut para pakar medis menunjukkan disabilitas intelektual.

"Pengadilan mendapati bahwa dia memiliki pikiran kriminal dan dia mengambil keputusan yang disengaja, memiliki tujuan, dikalibrasi, dan diperhitungkan untuk menghasilkan uang, untuk membawa masuk narkoba," ucap Shanmugam.

"Psikiater yang dipanggil oleh pengacara pembela setuju dan mengonfirmasi bahwa dia bukan penyandang disabilitas intelektual," imbuhnya.


(nvc/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT