ADVERTISEMENT

NATO Tetapkan Rusia Jadi Ancaman Terbesar bagi Barat

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 01 Jul 2022 15:12 WIB
Russian President Vladimir Putin listens to a journalists question during a joint news conference with Hungarys Prime Minister Viktor Orban following their talks in the Kremlin in Moscow, Russia, Tuesday, Feb. 1, 2022. Putin says the U.S. and its allies have ignored Russias top security demands. In his first comments on the standoff with the West over Ukraine in more than a month, Putin said Tuesday that the Kremlin is still studying the U.S. and NATOs response to the Russian security demands received last week. (Yuri Kochetkov/Pool Photo via AP)
Presiden Rusia Vladimir Putin (dok. Yuri Kochetkov/Pool Photo via AP)
Madrid -

Aliansi militer Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menetapkan Rusia, yang menginvasi Ukraina, sebagai ancaman terbesar bagi negara-negara Barat. Amerika Serikat (AS) juga berjanji untuk memperkuat pertahanan Eropa setelah invasi ke Ukraina, yang mendorong Presiden Rusia Vladimir Putin mengecam keras.

Seperti dilansir AFP, Jumat (1/7/2022), penetapan Rusia sebagai ancaman terbesar itu disepakati negara-negara NATO dalam pertemuan puncak atau KTT NATO yang digelar pekan ini di Madrid, Spanyol.

Ditegaskan para pemimpin negara NATO dalam KTT itu bahwa Rusia 'merupakan ancaman paling signifikan dan ancaman langsung bagi keamanan sekutu-sekutu dan bagi perdamaian dan stabilitas di area Euro-Atlantik'.

Penetapan ini dilakukan saat NATO secara resmi mengundang Finlandia dan Swedia untuk bergabung dengan aliansi beranggotakan 30 negara itu.

Dalam forum yang sama, Presiden AS Joe Biden mengumumkan pengerahan baru pasukan, kapal dan pesawat militer AS. Ditegaskan Biden bahwa langkah AS semacam itu menjadi hal yang 'tidak diinginkan' oleh Putin.

Benar saja, Moskow memberikan tanggapan bernada kemarahan atas pengumuman Biden itu.

Dalam pernyataan kepada wartawan di tengah kunjungan ke Ashgabat, Turkmenistan, Putin menuduh aliansi NATO berupaya menegaskan 'supremasi' tersendiri'. Dia bahkan menuduh negara-negara NATO memiliki 'ambisi kekaisaran'.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT