ADVERTISEMENT

Serangan Rudal Rusia Hantam Apartemen di Odesa, 10 Orang Tewas

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 01 Jul 2022 09:04 WIB
A rescuer stands next to a residential building hit by a Russian military strike, as Russias attack on Ukraine continues, in Mykolaiv, Ukraine June 29, 2022. Press service of the State Emergency Service of Ukraine/Handout via REUTERS
Ilustrasi -- Dampak gempuran Rusia terhadap bangunan sipil di Ukraina (dok. Press service of the State Emergency Service of Ukraine/Handout via REUTERS)
Kiev -

Ukraina melaporkan bahwa serangan rudal Rusia menghantam sebuah gedung bertingkat yang berfungsi sebagai apartemen di kota pelabuhan Odesa. Serangan Rusia ini diklaim menewaskan sedikitnya 10 orang.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Jumat (1/7/2022), serangan rudal Rusia ini dilaporkan melanda wilayah Odesa yang merupakan pelabuhan di tepi Laut Hitam pada Jumat (1/7) pagi waktu setempat.

"Jumlah korban tewas akibat serangan di sebuah gedung apartemen bertingkat sekarang bertambah menjadi 10 orang," tutur juru pemerintah daerah Odesa, Serhiy Bratchuk, dalam pernyataan via saluran Telegram-nya.

Bratchuk dalam pernyataannya menyebut rudal ditembakkan oleh sebuah pesawat militer yang ada di Laut Hitam. Dia merujuk pada pernyataan Komando Operasi Selatan Militer Ukraina yang menyebut serangan rudal berasal dari 'sebuah pesawat strategis dari Laut Hitam'.

"Satu rudal menghantam sebuah gedung permukiman sembilan lantai," demikian pernyataan militer Ukraina, sembari menambahkan satu rudal lainnya mengenai sebuah pusat rekreasi.

"Di sebuah gedung apartemen, sembilan lantai pada salah satu bagian hancur sepenuhnya... Para petugas penyelamat telah memberikan perawatan medis kepada tujuh korban luka, termasuk tiga anak-anak," imbuh pernyataan itu.

Reuters belum bisa memverifikasi detail laporan serangan itu.

Belum ada tanggapan resmi dari pemerintah maupun militer Rusia terkait laporan Ukraina ini. Namun Rusia berulang kali membantah pasukannya menargetkan infrastruktur sipil dalam serangan-serangannya di wilayah Ukraina, sejak invasi dimulai pada 24 Februari lalu.

Simak Video 'Alasan Rusia Tarik Pasukan dari Pulau Ular Ukraina':

[Gambas:Video 20detik]



(nvc/ita)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT