ADVERTISEMENT

Putin Tak Gerah Soal Finlandia-Swedia ke NATO Asal Tak Berulah

Rakhmad Hidayatulloh Permana, Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 30 Jun 2022 21:10 WIB
Putin: Rusia akan Merespons Jika NATO Bangun Infrastruktur di Finlandia-Swedia
Foto: Presiden Rusia Vladimir Putin (DW News)
Moskow -

Swedia dan Finlandia telah memutuskan untuk bergabung dengan NATO. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Rusia tak masalah dengan keputusan kedua negara itu asal mereka tak berulah.

Dilansir dari AFP, Kamis (30/6/2022) Swedia dan Finlandia telah memutuskan untuk bergabung dengan NATO setelah Rusia meluncurkan operasi militernya di Ukraina pada 24 Februari.

Proses formal untuk keanggotaan diluncurkan pada KTT NATO di Madrid pada hari Rabu setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mencabut keberatannya terhadap upaya keanggotaan Finlandia dan Swedia.

Diketahui bahwa Erdogan sebelumnya enggan memberikan lampu hijau bagi Finlandia dan Swedia untuk bergabung NATO, meskipun ada seruan dari negara-negara NATO untuk membuka jalan bagi kedua negara itu.

Sampai sekarang, Rusia selalu kritis terhadap prospek kedua negara Nordik itu bergabung dengan NATO, dengan mengatakan itu akan menjadi "faktor destabilisasi" untuk keamanan internasional.

Namun, Putin merasa tak ada masalah dengan kedua negara itu. Sikapnya sama dengan sikap Rusia kepada Ukraina.

"Kami tidak memiliki masalah dengan Swedia dan Finlandia seperti yang kami lakukan dengan Ukraina," kata Putin pada konferensi pers di ibu kota Turkmenistan, Ashgabat pada Rabu (29/6) waktu setempat

"Kami tidak memiliki masalah teritorial," lanjut pemimpin Rusia itu, Kamis (30/6/2022).

"Tidak ada yang bisa mengganggu kami tentang Swedia dan Finlandia bergabung dengan NATO. Jika Finlandia dan Swedia ingin, mereka dapat bergabung. Terserah mereka. Mereka dapat bergabung pada apa pun yang mereka inginkan," imbuh Putin.

"Namun, jika kontingen militer dan infrastruktur militer dikerahkan di sana, kami akan berkewajiban untuk merespons secara simetris dan meningkatkan ancaman yang sama untuk wilayah-wilayah di mana ancaman telah muncul bagi kami," tegas Putin.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT