Rusia Tarik Pasukannya dari Pulau Ular Ukraina, Kenapa?

Rusia Tarik Pasukannya dari Pulau Ular Ukraina, Kenapa?

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 30 Jun 2022 16:49 WIB
Jakarta -

Pemerintah Rusia mengumumkan pada Kamis (30/6) bahwa pihaknya telah menarik pasukannya dari Pulau Ular, Ukraina. Rusia menyebut langkah itu sebagai "isyarat niat baik" untuk memungkinkan Ukraina mengekspor produk-produk pertanian.

"Pada 30 Juni, sebagai tanda niat baik, Angkatan Bersenjata Rusia menyelesaikan tugas mereka di Pulau Ular dan menarik garnisun yang ditempatkan di sana," kata Kementerian Pertahanan Rusia dalam sebuah pernyataan seperti diberitakan kantor berita AFP, Kamis (30/6/2022).

Pengumuman itu disampaikan setelah Ukraina dilaporkan melancarkan beberapa serangan terhadap pasukan Rusia di pulau yang berada di Laut Hitam itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan penarikan pasukannya dari Pulau Ular itu bertujuan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa "Rusia tidak menghalangi upaya PBB untuk mengatur koridor kemanusiaan untuk mengirimkan produk-produk pertanian dari Ukraina".

Kementerian menambahkan bahwa "bola sekarang ada di pihak Ukraina" dan menuduh negara pro-Barat itu masih belum melakukan pembersihan ranjau di pantai Laut Hitamnya.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Ukraina telah menuduh Rusia mencuri biji-bijian gandum di wilayah-wilayah yang didudukinya, tindakan yang disebut Ukraina dapat meningkatkan ancaman terhadap keamanan pangan global.

Menteri Pertanian Ukraina Mykola Solskyi mengatakan situasi seperti itu bisa menimbulkan masalah pangan di daerah yang saat ini tidak terkendali.

Otoritas Rusia membantah tuduhan Ukraina, dengan mengatakan tidak tahu dari mana informasi itu berasal.

Dilansir dari CNBC Indonesia, Pulau Ular hanyalah pulau kecil dengan luas sekitar 0,17 kilometer persegi. Sekilas, pulau ini memang tidak terlalu penting. Meskipun Rusia tidak pernah mengklaim pulau itu menjadi miliknya, namun letak pulau ini cukup strategis.

Sejak awal perang di Ukraina, Rusia disebut-sebut sudah menguasai pulau tersebut.Ukraina pun dikabarkan terus berupaya merebut kembali pulau itu.

Kekuasaan penuh Rusia di pulau tersebut dikhawatirkan akan memberikan ancaman besar bagi daratan Ukraina. Ukraina pun disebut bakal kesulitan mengirim ekspor pangan dari pelabuhan Odesa ke negara lain karena jalurnya mendekati pulau tersebut.

Maka dari itu, tak heran jika Ukraina berusaha sekuat tenaga merebut kembali pulau itu, baik dengan mengerahkan pesawat tempur, drone, sampai dengan sejumlah pasukan khusus.

Halaman 2 dari 2
(ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads