ADVERTISEMENT

Bubarkan Parlemen, Israel Akan Gelar Pemilu Kelima dalam 4 Tahun

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 29 Jun 2022 12:54 WIB
Israeli Prime Minister Naftali Bennett is expected to hand over power to Foreign Minister Yair Lapid after parliament dissolves itself RONEN ZVULUN POOL/AFP
PM Israel Naftali Bennett (kanan) akan menyerahkan kekuasaan keapda Menlu Yair Lapid (kiri) setelah parlemen Israel dibubarkan (RONEN ZVULUN/POOL/AFP)
Tel Aviv -

Parlemen Israel akan dibubarkan pada Rabu (29/6) waktu setempat, yang akan mengakhiri kepemimpinan Perdana Menteri (PM) Naftali Bennett. Pembubaran parlemen ini akan memicu pemilihan umum (pemilu) selanjutnya, yang akan menjadi pemilu kelima di Israel dalam waktu kurang dari empat tahun terakhir.

Seperti dilansir AFP, Rabu (29/6/2022), dengan upaya-upaya menyelamatkan koalisi pemerintahan atau membentuk pemerintahan baru di dalam parlemen yang sudah ada gagal dilakukan, Menteri Luar Negeri (Menlu) Yair Lapid pun ditunjuk sebagai PM sementara.

Aliansi delapan partai politik di bawah Bennett diketahui akan mengakhiri kekuasaannya pada Rabu (29/6) tengah malam waktu setempat,

Lapid yang mantan penyiar berita televisi ini akan memimpin pemerintahan sementara Israel, sebelum pemilu terbaru digelar pada akhir Oktober atau awal November mendatang. Mantan PM Benjamin Netanyahu disebut-sebut bisa saja kembali berkuasa melalui pemilu terbaru nantinya.

Diketahui bahwa aliansi variatif -- menyertakan sayap kanan, sentris dan partai Arab -- yang dipimpin Bennett dan dibentuk tahun 2021 berhasil memecah kebuntuan politik yang belum pernah terjadi sebelumnya di Israel. Aliansi itu mengakhiri kekuasaan Netanyahu selama 12 tahun berturut-turut.

Netanyahu menjanjikan kemenangan dalam pemilu nanti, namun sejumlah jajak pendapat menunjukkan ada kemungkinan dia akan kembali kesulitan meraup dominasi dalam parlemen -- yang bisa mempersulit pembentukan pemerintahan baru. Netanyahu kini masih menjalani sidang kasus korupsi yang menjeratnya.

Terlepas dari itu, kubu anti-Netanyahu kemungkinan akan dipimpin oleh Lapid. Diketahui bahwa Lapid yang beraliran sentris ini banyak diremehkan ketika memasuki dunia politik satu dekade lalu, namun kini dia berhasil mengejutkan banyak pihak dengan kemampuan politiknya.

Simak juga 'PM Israel Peringatkan Warganya untuk Tak Bepergian ke Turki':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT