ADVERTISEMENT

Akhirnya, Erdogan Dukung Finlandia-Swedia Masuk NATO

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 29 Jun 2022 11:54 WIB
Turkeys President Recep Tayyip Erdogan looks up during a joint news conference with German Chancellor Angela Merkel following their meeting at Huber Villa presidential palace, in Istanbul, Turkey, Saturday, Oct. 16, 2021. The leaders discussed Ankaras relationship with Germany and the European Union as well as regional issues including Syria and Afghanistan. (AP Photo/Francisco Seco)
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (dok. AP/Francisco Seco)
Ankara -

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mencabut keberatannya terhadap Finlandia dan Swedia yang ingin bergabung aliansi militer Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Hal ini berarti Turki semakin memperlancar jalan bagi kedua negara Nordik itu untuk bergabung dengan NATO.

Seperti dilansir AFP, Rabu (29/6/2022), Erdogan sebelumnya tetap enggan memberikan lampu hijau bagi Finlandia dan Swedia untuk bergabung NATO -- yang diajukan merespons invasi Rusia ke Ukraina -- meskipun ada seruan dari negara-negara NATO untuk membuka jalan bagi kedua negara itu.

Turki pada dasarnya bisa memveto Finlandia dan Swedia untuk bergabung NATO, mengingat bahwa seluruh negara anggota harus setuju secara bulat dalam menerima anggota baru.

Namun pada Selasa (28/6) tengah malam, kantor Erdogan mengumumkan bahwa Turki setuju untuk mendukung keinginan Finlandia dan Swedia bergabung NATO. Disebutkan oleh kantor kepresidenan Turki bahwa Ankara telah 'mendapatkan apa yang diinginkan'.

"Turki telah mendapatkan keuntungan signifikan dalam perang melawan organisasi teroris," sebut kantor Erdogan menjelang pertemuan puncak atau KTT NATO yang digelar di Madrid, Spanyol.

Ankara menuduh Finlandia dan khususnya Swedia telah memberikan tempat perlindungan bagi militan Kurdi, yang selama bertahun-tahun melakukan pemberontakan terhadap Turki.

Kedua negara Nordik itu juga sepakat mencabut embargo pengiriman senjata ke Turki, yang diberlakukan menanggapi serangan militer yang dilancarkan Ankara ke Suriah tahun 2019 lalu.

Simak juga 'Saat Turki Tolak Ajakan Swedia Bergabung Dengan NATO, Singgung Terorisme':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT