ADVERTISEMENT

Korut Tuduh AS Ingin Bentuk Aliansi Mirip NATO di Asia

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 27 Jun 2022 14:12 WIB
Kota Hanoi dipilih menjadi lokasi pertemuan dua pemimpin dari Korut dan AS. Berbagai atribut menyambut dua pemimpin itu pun mulai menghiasi ibu kota Vietnam.
Ilustrasi (dok. AP Photo)
Pyongyang -

Korea Utara (Korut) menuduh Amerika Serikat (AS) berupaya membentuk aliansi militer mirip NATO di kawasan Asia. Korut juga menegaskan bahwa target teguh AS untuk menggulingkan pemerintahan Pyongyang telah memaksanya untuk mengembangkan pertahanan yang lebih kuat.

Seperti dilansir Reuters, Senin (27/6/2022), kritikan dari Korut itu disampaikan di tengah kekhawatiran rezim komunis itu tengah bersiap menggelar uji coba nuklir pertama dalam lima tahun terakhir.

Diketahui juga bahwa kritikan itu dilontarkan setelah kesepakatan baru tercapai antara Presiden Korea Selatan (Korsel) Yoon Suk-yeol dan Presiden AS Joe Biden untuk mengerahkan lebih banyak persenjataan AS jika dianggap perlu untuk menangkal ancaman Korut.

"Sembari secara terang-terangan menggelar latihan militer gabungan dengan Jepang dan Korea Selatan, Amerika Serikat mengambil langkah penuh untuk membentuk NATO bergaya Asia," sebut Kementerian Luar Negeri Korut dalam pernyataan pada situs resminya pada Minggu (26/6) waktu setempat.

Pernyataan Korut itu merujuk pada latihan militer terbaru yang digelar pasukan militer AS, Korsel dan Jepang. AS juga diketahui menggelar latihan gabungan dengan pasukan Korsel yang melibatkan sebuah kapal induk AS, untuk pertama kalinya dalam empat tahun terakhir.

Korut yang telah menggelar serangkaian uji coba rudal sepanjang tahun ini, kembali menegaskan penilaiannya bahwa latihan gabungan semacam itu merupakan persiapan untuk perang yang bertujuan menggulingkan pemerintahan Pyongyang.

"Ini membuktikan kemunafikan retorika AS tentang 'keterlibatan diplomatik' dan 'dialog tanpa prasyarat', sementara pada saat yang sama kembali mengungkapkan bahwa tidak ada perubahan dalam ambisi AS untuk menggulingkan secara paksa sistem kami," sebut Kementerian Luar Negeri Korut.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT