ADVERTISEMENT

Pemberontak Bunuh 14 Warga Sipil di Kongo

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Senin, 27 Jun 2022 04:02 WIB
Police line tape. Crime scene investigation. Forensic science.
Ilustrasi (Foto: Getty Images/D-Keine)
Beni -

Orang-orang bersenjata membunuh 14 orang dalam 2 serangan di Republik Demokratik Kongo. Pejabat setempat menuduh Pasukan Demokratik Setuku (ADF) atas serangan itu.

Dilansir AFP, Senin (27/6/2022), serangan-serangan ini tetap terjadi meskipun telah ada operasi militer Kongo-Uganda selama berbulan-bulan untuk mencoba mengalahkan pemberontakan ADF di wilayah perbatasan.

Pemimpin masyarakat sipil setempat Kinos Katuo mengatakan pemberontak ADF menyerang pemukiman Mamove Sabtu pagi waktu setempat. Insiden itu menewaskan 6 wanita dan 3 pria, melukai dua orang lainnya dan membakar dua rumah.

"Kami telah memperingatkan tentara, tetapi sejauh ini tidak ada serangan yang diluncurkan, membuat musuh bebas berkeliaran di mana-mana untuk menjarah dan membunuh," katanya.

Perwakilan masyarakat sipil di provinsi Kivu Utara Meleki Mulala mengatakan serangan kedua terjadi pada Sabtu malam waktu setempat. Pemberontak membunuh 5 pria di pusat Kisima di jalan utama menuju perbatasan Uganda. Dia juga menyalahkan para pemberontak ADF dalam serangan itu.

Tentara Kongo dan Uganda sedang berusaha untuk menjaga jalan raya Beni-Kasindi. Di lokasi ini sebuah perusahaan Uganda sedang melakukan pekerjaan konstruksi di bawah kesepakatan antara dua negara tetangga.

DR Kongo dan Uganda melancarkan serangan bersama terhadap ADF pada November 2021 untuk menghancurkan para pemberontak. Akan tetapi kekerasan terhadap warga sipil terus berlanjut.

Kepala jaringan organisasi masyarakat sipil di DRC timur, Ricardo Rupande, mengatakan pasukan Uganda hanya mengamankan daerah di mana peralatan mereka berada, yaitu lima kilometer dari kota Kasindi.

Kolonel Charles Omeanga mengatakan tentara Kongo telah mendesak penduduk setempat untuk mempercayainya agar ADF tidak beraksi.

Diklaim oleh kelompok Negara Islam sebagai cabang Afrika Tengah, ADF telah dituduh membantai warga sipil Kongo dan melakukan serangan teroris di negara tetangga Uganda.

Presiden Kongo Felix Tshisekedi menempatkan provinsi timur Kivu Utara dan Ituri dalam keadaan terkepung tahun lalu, yang berarti administrator militer menggantikan pejabat sipil.

Tetapi tindakan itu dan operasi bersama dengan Uganda telah gagal menghentikan kekerasan di timur yang bergolak, di mana lusinan kelompok bersenjata masih beroperasi.

Lihat juga video saat 'Komplotan Penculik-pembunuh Duta Besar Italia di Kongo Tertangkap!':

[Gambas:Video 20detik]



(lir/lir)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT