ADVERTISEMENT

Baku Tembak di Perbatasan, 1 Tentara Kongo Gugur-2 Polisi Rwanda Terluka

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 18 Jun 2022 03:38 WIB
EDITORS NOTE: Graphic content / The weapon of a soldier of the Democratic Republic of Congo is inspected at the Rwanda border post of Rubavu (Gisenyi) on June 17, 2022 where he was shot by Rwandan forces during an exchange of fire. - A DR Congo soldier was killed in the countrys flashpoint eastern region on Friday in an exchange of fire at a border post with Rwanda, police said, while Rwanda said two of its soldiers were wounded. The incident, coinciding with mounting tension between the neighbouring countries, happened at a frontier post in the eastern Congolese city of Goma, they said. (Photo by Guerchom Ndebo / AFP)
Tentara Kongo gugur dalam baku tembak dengan pasukan Rwanda (Foto: AFP/GUERCHOM NDEBO)
Kinshasa -

Seorang tentara DR Kongo gugur dalam baku tembak di perbatasan dengan Rwanda. Sementara itu, 2 polisi Rwanda dilaporkan terluka dalam serangan antarpenjaga keamanan itu.

Dilansir AFP, Sabtu (18/6/2022), insiden itu terjadi di sebuah pos perbatasan di kota Goma di Republik Demokratik Kongo bagian timur. Serangan ini meningkatkan ketegangan antara dua negara dengan sejarah hubungan yang panjang selama puluhan tahun.

"Seorang tentara Kongo bergegas maju, melepaskan tembakan ke arah perbatasan Rwanda," kata seorang polisi Kongo kepada AFP.

"Seorang tentara Rwanda melepaskan tembakan dan dia (tentara Kongo) tewas di tempat. Kemudian terjadi baku tembak antara kami dan pasukan keamanan Rwanda," katanya.

"Beberapa warga sipil yang menunggu untuk menyeberangi perbatasan terluka," lanjutnya.

Tentara Rwanda mengkonfirmasi insiden tersebut terjadi di provinsi Kivu Utara. Tentara Rwandan mengatakan di Twitter bahwa 'tentara Kongo tak dikenal menembaki orang yang lewat yang melintasi perbatasan'.

"Dia melukai dua polisi (Rwanda)... (dan) ditembak sebagai balasannya," katanya.

Tentara Rwanda mengatakan tentara Kongo, yang membawa senapan serbu AK-47, ditembak 25 meter di dalam wilayah Rwanda.

Pengamat dari organisasi multinasional bernama Konferensi Internasional Wilayah Danau Besar (ICGLR) kemudian berunding sebentar dengan pejabat Kongo dan Rwanda di perbatasan.

Polisi Kongo menahan sekitar seratus demonstran yang mencoba menuju ke pos perbatasan. Pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan menentang Presiden Rwanda Paul Kagame.

Simak juga 'Pengiriman Pengungsi di Inggris ke Rwanda Tuai Pro Kontra':

[Gambas:Video 20detik]



(lir/lir)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT